4.000 Pulau Belum Teraliri Listrik

foto: istimewa

JEPARA, WOL – Tercatat, saat ini masih ada 4.000 pulau berpenghuni di daratan bumi Indonesia yang masih mengalami krisis listrik.

Direktur Bisnis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jawa Bagian Tengah, Nasri Sebayang, menyatakan, resmi beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Legon Bajak di Karimunjawa dipastikan memantik pulau-pulau lain di Indonesia untuk dibuatkan pembangkit serupa.

Kesuksesan tercukupnya pasokan listrik di Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah (Jateng) selama 24 jam nonstop pun dijadikan proyek percontohan nasional di ribuan pulau lain di Indonesia.

“Maka PLN akan menjadikan listrik Karimunjawa sebagai model percontohan Nasional. Kami ingin menggunakan listrik Karimunjawa sebagai model untuk diterapkan di pulau-pulau lain,” jelas Nasri di sela peresmian PLTD Legon Bajak berkapasitas 2X2 megawat di Dukuh Telaga, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (30/5).

Nasri menjelaskannya, tercatat 4.000 lebih pulau berpenghuni Indonesia masih mengalami krisis listrik. Sebelumnya, krisis listrik juga dialami oleh warga di pulau Karimunjawa selama ini.

Sehingga kesuksesan pembangkit listrik di Karimunjawa selama 24 jam akan sangat mendukung pengembangan di daerah lain yang meminta pembangunan serupa.

“Justru ini yang kami tunggu. Karena tidak bisa PLN sendiri, butuh dukungan kepala daerah, dukungan gubernur dan semangat kekeluargaan seperti di Jawa Tengah,” kata dia.

PLTD Legon Bajak dibangun oleh PT Indonesia Power yang merupakan anak perusahaan PT PLN.  PLTD ini mampu melayani sambungan listrik 24 jam di dua pulau, yakni Karimun dan Kemujan. Masyarakat di Karimunjawa kini bisa menikmati listrik sepanjang hari seperti saudara-saudaranya di Pulau Jawa.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pun menyambut sumringah pembangunan listrik Karimunjawa ini. Menurutnya, PLTD Karimunjawa merupakan bagian dari proyek pembangunan infrastruktur kepariwisataan di Jateng. Setelah listrik, Pemprov Jateng akan membangun pelabuhan, menambah frekuensi pelayaran kapal, jaringan telepon dan wifi.

“Perpanjangan landasan Bandara Dewandaru juga sedang progres sehingga nanti pesawat besar bisa mendarat, harapannya pariwisata meningkat,” jelas Ganjar.

Ganjar meyakini bahawa wisata eksotis Karimunjawa layak menjadi destinasi wisata Nasional. Terlebih, masih banyak potensi alam yang belum dieksplorasi di kawasan yang terdiri dari 27 pulau itu. Namun Ganjar mengingatkan perkembangan pariwisata seringkali menimbulkan kerawanan sosial.

“Pariwisata berkembang, tapi awas risikonya. Banyak orang asing datang maka potensi masalah dari seks bebas, alkohol, narkoba, dan budaya asing. Ini harus dicegah sejak awal,” tegasnya.(ant/data2)