_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Dirjen Pajak Terima Keberatan Wajib Pajak di Nias Sumut
Ilustrasi

Dirjen Pajak Terima Keberatan Wajib Pajak di Nias Sumut

agregasi
agregasi

 

JAKARTA, WOL – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memberi kesempatan bagi para wajib pajak yang ingin menyanggah tunggakan pajaknya.

Hal ini sebagai respons atas banyaknya pengusaha di Nias yang mempersoalkan penagihan pajak di KPP Sibolga seperti yang disampaikans eorang wajiba pajak asal Nias Marinus Gea.

Marinus Gea seorang pengusaha pengumpul hasil pertanian memiliki piutang pajak sekitar Rp17 miliar lebih.

Sebelumnya, wajib pajak di Gunung Sitoli Nias Sumatera Utara, Agusman Lahagu membunuh dua petugas pajak KPP Sibolga saat memberikan surat tagih pajak.

Direktur P2 Humas Ditjen Pajak Mekar Satria Utama menegaskan, tunggakan pajak Agusman Lahagu, tersangka pembunuhan dua orang petugas pajak, merupakan hasil pemeriksaan pajak yang dilakukan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan sumber data yang valid.

Agusman Lahagu sendiri diketahui memiliki tunggakan pajak sebesar Rp14 miliar akibat menunggal selama enam tahun. Agusman  sendiri merupakan pengusaha jual beli karet.

Mekar memastikan, petugas pajak yang tewas dalam menjalankan pekerjaannya sudah sesuai dengan standar Ditjen Pajak.

“Aaghusman sendiri seperti Marinus Gea mengajukan keberatan (sanggahan) namun hasil keputusan keberatannya adalah tetap mempertahankan penetapan oleh KPP Sibolga,” jelas dia  di Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Sebelumnya, pasca pembunuhan dua orang petugas sita pajak di Kota Gunungsitoli Sumatera Utara, sejumlah pengusaha lokal di Gunung Sitoli mempersoalkan tindakan KPP Pratama Sibolga atas penagihan pajak yang bernilai puluhan miliar dan diduga menyalahi aturan dan merasa diperas.

Terkuaknya penagihan pajak puluhan miliaran rupiah yang terus dilakukan KPP Pratama Sibolga di Kepulauan Nias terhadap sejumlah pengusaha lokal tidak sebanding dengan aset bahkan omzet yang dikelola para pengusaha di Kepulauan Nias.

Ironisnya hampir semua pengusaha lokal yang dikenai tunggakan pajak hingga miliaran rupiah di Kota Gunungsitoli, tidak sebanding dengan aset dan modal yang dikelola karena sebagian utang pinjaman bank dengan bunga uang yang harus mereka bayarkan.

Akibat praktik penagihan sejumlah tunggakan pajak yang ditagihkan pihak KPP Pratama Sibolga, kepada wajib pajak di Pulau Nias sejumlah pengusaha ada yang merugi dan bangkrut selain itu ada yang memilih menyanggah surat tagihan tersebut.

Seperti halnya yang dialami oleh Marinus Gea, salah seorang pengusaha jual beli getah karet, dirinya ditagih tunggakan pajak yang bernilai Rp17 miliar lebih dan setelah disanggah pengusaha tersebut akhirnya hanya menebus Rp93 juta saja.

Namun, Mekar menegaskan tidak ada yang salah terkait prosedur yang dilakukan petugas pajak yang tewas tersebut. “Dalam hal ini Ditjen Pajak memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk menyanggah (mengajukan keberatan dan banding ke pengadilan pajak) dan diproses sesuai penjelasan dan data yang ada, contoh kasus Marinus Gea, atas keberatannya dikabulkan,” tandas dia.(hls/data2)

Check Also

Kematian Hakim PN Medan Diduga Tak Wajar, Erintuah: Kepolisian Harus Ungkap

MEDAN, Waspada.co.id – Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan Erintuah Damanik, menegaskan Almarhum Jamaluddin mempunyai kepribadian ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.