_
Home / Sumut / Jaksa Panggil Mantan Wali Kota Tanjungbalai
foto: Waspada

Jaksa Panggil Mantan Wali Kota Tanjungbalai

TANJUNGBALAI, WOL – Mantan Wali Kota Tanjungbalai, Thamrin Munthe, dipanggil petugas Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tanjungbalai-Asahan (TBA), Rabu (2/3) kemarin.

Pemanggilan tersebut terkait dugaan penyimpangan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kawasan dan Sambungan Rumah dengan pagu anggaran Rp 3,6 miliar. Proyek Tahun Anggaran 2014 tersebut berada di Lingk III, Kelurahan Pasarbaru, Kecamatan Seitualang Raso.

Kasi Pidsus Kejari TBA, Iskandar, membenarkan adanya pemanggilan mantan Wali Kota Tanjungbalai. Iskandar menerangkan pemanggilan dalam rangka memintai keterangan terkait dugaan penyimpangan proyek IPAL. Thamrin sendiri merupakan orang ke-14 yang telah diperiksa.

Iskandar menambahkan posisi kasus saat ini masih tahap penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Kejaksaan pun belum menetapkan tersangka maupun saksi.

“Kalau sudah masuk ke tingkat penyidikan, maka di situ akan ditemukan alat bukti dan ditetapkan tersangkanya. Sekarang masih penyelidikan, jadi belum ada tersangka. Maaf kami tidak bisa memberikan informasi lebih mendalam karena sudah masuk materi penyelidikan,” kata Iskandar.

Mantan Wali Kota Tanjungbalai, Thamrin Munthe, memilih bungkam sembari tersenyum saat meninggalkan Kantor Kejaksaan. Thamrin pun segera menaiki mobil Isuzu Panther bersama menantunya. “Maaf, nanti saja ya,” kata Thamrin.

Dugaan penyimpangan proyek IPAL berawal dari temuan Komisi C DPRD Kota Tanjungbalai yang langsung turun ke lokasi melihat adanya kejanggalan baik proyek fisik maupun status tanah. Kabid Aset Dinas PPKA Tanjungbalai, Julaidar, mengaku lahan IPAL itu belum tercatat sebagai aset Pemko Tanjungbalai.

Pengerjaan terbengkalai diduga rekanan tidak mampu menyelesaikan tepat waktu, sehingga dikenakan sanksi pemutusan kontrak pekerjaan. Selain memanggil Thamrin Munthe, Kejari juga sudah meminta keterangan putri mantan Wali Kota atas nama Maulida yang diduga sebagai pemilik tanah tempat dibangunnya IPAL.

Dinas Pekerjaan Umum selaku penanggungjawab dan pengguna anggaran telah mencairkan dana proyek sebesar 20 persen atau sekitar Rp700 juta dari total anggaran Rp3,6 miliar. Realisasi fisiknya sendiri baru mencapai 20,19 persen.(wol/aa/waspada)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Hingga Oktober 2019, Kunjungan Wisman Meningkat 11,53 Persen

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Pusat Stastik (BPS) wilayah Sumatera Utara hingga Oktober 2019 kunjungan wisata ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.