Harga Turun Sedikit, DPRD Sindir Pertamina

Anggota Komisi C DPRD Medan dari Fraksi PKS, Salman Alfarisi. (WOL Photo/M.Rizky)

MEDAN, WOL – Kalangan politisi di Kota Medan mengkritisi sikap pemerintah, dalam hal ini Pertamina yang hanya menurunkan sedikit harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 (Pertalite) dan RON 92 (Pertamax), Rp100 – Rp200 per liternya.

Menurut anggota Komisi C DPRD Medan dari Fraksi PKS, Salman Alfarisi, di negara tetangga Malaysia, harga Pertamax dijual Rp4800 per liternya.

Seharusnya, sambung Ketua DPD PKS Kota Medan ini, penurunan itu bisa lebih lagi, mengingat harga minyak dunia juga sedang turun.

“Agar kesannya tidak hanya sebatas pencitraan saja, pemerintah harus bisa mengimbanginya dengan tetangga kita di negeri Malaysia,” sindirnya, Rabu (2/3).

Salman menambahkan, pemerintah harus bijak ketika mengeluarkan kebijakan. Karena masyarakat semakin cerdas, yang mana keputusan baik atau sekedar pencitraan saja.

“Artinya, kalau benar Malaysia lebih rendah, pemerintah harus sportif dong, sama-sama tak ada subsidikan. Berarti, keuntungan yang diambil oleh pemerintah terlalu besar. Meskipun subsidi sudah dicabut, maka kondisi ini hanya akan menyengsarakan saja,” sebutnya.

Tidak jauh berbeda dengan pernyataan Salman, anggota Komisi B DPRD Kota Medan dari Fraksi PPP, Muhammad Yusuf, juga menyayangkan rendahnya nilai yang diturunkan Pertamina.

Yusuf meminta Pertamina bisa mengumumkan alasan mengapa menetapkan angka yang begitu kecil. Agar masyarakat bisa paham.

“Harga Pertalite sebelumnya Rp7600 menjadi Rp7500 dan Pertamax menjadi Rp8400. Meskipun kecil penurunannya, pemerintah harus mampu menjelaskan supaya masyarakat mengerti. Karena hal ini sangat berpengaruh untuk pengendara kendaraan, terutama roda dua,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat pastinya turut gembira dengan kabar ini. Sebab, perbandingan jika masyarakat harus naik angkutan kota (angkot) dan naik sepeda motor sangatlah berbeda. Dan pemerintah juga harus transparan.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN