FKPP Nilai Pemkab Aceh Utara Lalai Terhadap Angka Pengangguran

Ilustrasi
Iklan

LHOKSUKON, WOL – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dinilai lalai terhadap pengangguran dan kemiskinan yang angkanya kian meningkat. Ketersediaan lapangan kerja dan kesejahteraan untuk masyarakat juga tak kunjung membaik.

menurut Ketua Pusat Forum Komunikasi Pemberdayaan Pemuda Aceh (FKPP-Aceh), Razali, pada tahun 2012 jumlah pengangguran di Kabupaten Aceh Utara mencapai angka 15,47 persen. Angka tersebut menurutnya berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Utara.

“Berdasarkan data BPS Aceh Utara, pada tahun 2012 jumlah pengangguran di kabupaten tersebut sebesar 15,47 persen, tahun 2013 menjadi 11,16 persen. Sementara, pada tahun 2014 angka pengangguran meningkat menjadi 13,58 persen,” jelas Razali kepada Waspada Online, Senin (7/3).

Sedangkan angka kemiskinan pada tahun 2012 menurutnya mencapai angka 21,89 persen, tahun 2013 sedikit menurun berjumlah 20,34. Sedangkan angka kemiskinan pada tahun 2014 berjumlah 19,58.

Namun angka kemiskinan sedikit menurut dibandingkan dengan jumlah angka penganguran. “Data tersebut yang ada di BPS Aceh Utara di benarkan oleh Kepala BPS Aceh Utara, Ir. H. Hamdani M.S.M,” ujarnya lagi.

iklan

Dirinya juga peroleh data bursa kerja dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kabupaten Aceh Utara. Hingga akhir bulan Mei tahun 2014, menurutnya berdasarkan data tersebut, jumlah Pencari Kerja Terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja menurut jenis kelamin yaitu Perempuan mencapai 35.614 dan Laki-laki 62.198, jumlah keseluruhan 97812.

“Pada tahun 2013 pencari kerja di Aceh Utara terdaftar sebanyak 41.512 orang terdiri dari laki-laki 26.697 orang dan perempuan 14.815 orang. Selanjutnya tahun 2012 yang lalu, terdapat 41.076 orang sisa pencari kerja yang terdaftar di dinas tersebut. Terdiri dari, laki-laki 26.284 orang dan wanita 14.792 orang,” sebut Razali mengutip data tersebut.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa target pemerintah untuk penurunan angka kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Akan tetapi itu tidak akan tercapai kalau pertumbuhan ekonomi hanya sebagai wacana belaka.

“Pengangguran di usia muda sudah menjadi isu global  yang harus menjadi perhatian semua pihak. Khususnya Pemkab Aceh Utara maupun instansi pembina masing -masing sektor, pemerintah daerah maupun dunia usaha diharapkan bergerak membuka lapangan pekerjaan bagi kaula Muda dan bersama kita brantas Kemiskinan,” jelas Razali.

Dikatakan lagi, pada saat ini Pemerintah Aceh belum ada upaya untuk mendorong terjadinya hubungan industrial yang kondusif. Pemkab Aceh Utara juga belum mampu menggerakkan roda perekonomian, menumbuhkan industri-industri padat modal dan padat karya. Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan perluasan kesempatan kerja, dan dinikmati oleh masyarakat, pekerja, dan pengusaha sehingga tercipta pertumbuhan yang Baik.

“FKPPA mengharapkan kepada semua para pembuat kebijakan harus lebih terfokus pada penguatan kebijakan-kebijakan ketenagakerjaan dan penanggulangan Kemiskinan yang saat ini sangat terpuruk. Pemerintah Banyak cara untuk menciptakan pasar kerja dan kebijakan sosial yang harus dikembangkan secara baik sangat penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian ,penguatan pendekatan kebijakan sangatlah diperlukan,” cetusnya menambahkan.

Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib belum lama ini kepada Waspada Online juga membenarkan angka kemiskinan di daerah yang ia pimpin itu meningkat. Ia bahkan mengakui target untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran belum tercapai. Akan tetapi pihaknya akan terus mengupayakan hal itu.

Pemerintah Aceh Utara kata dia, memiliki program untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil dengan membangun dan memberikan bantuan usaha kecil, memberikan bantuan sosial.

“Ini kita tata dengan baik sehingga ada pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat bawah. Maka dengan program pengembangan dan pembangunan irigasi dan meningkatkan SDM di Aceh Utara ini bagian dari untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh Utara,” sebutnya.(wol/chai/data2)
 
Editor: SASTROY BANGUN

Iklan