_
Home / Fokus Redaksi / Bekas Kuburan Massal, Proyek Podomoro Makan Tumbal?
WOL Photo/Ega Ibra

Bekas Kuburan Massal, Proyek Podomoro Makan Tumbal?

MEDAN, WOL – Misteri di balik pembangunan mega proyek Podomoro City Deli Medan, yang diperkirakan sudah ada delapan orang korban jiwa, hingga hari ini, Kamis  (31/3) belum bisa diungkap polisi.

Seperti halnya, kemarin Rabu (30/3), seorang pekerja dinyatakan tewas setelah terjatuh dari lantai 10 di bangunan tersebut.

Dari catatatan Waspada Online, sejak proyek itu mulai dibangun, sedikitnya sudah delapan orang pekerja dinyatakan tewas dalam gedung tersebut. Peristiwa pertama kali terjadi pada 25 Agustus 2014 lalu. Dua pekerja dinyatakan tewas setelah terjatuh dari lantai 10.

Kemudian, pada 8 Juni 2015 dua pekerja tewas tertimpa material bangunan, lalu pada Jumat 4 Desember 2015 tiga pekerja kembali jatuh dari lantai delapan dan langsung meninggal dunia di tempat. Dikabarkan, tiga pekerja tewas setelah lantai yang dipijaknya amblas, dan korban terjerembap jatuh dari ketinggian 36 meter.

Lalu, pada Rabu (30/3) kemarin, proyek tersebut mencari tumbal lagi. Antoni Hutagalung warga Jakarta dinyatakan tewas setelah terjatuh dari lantai 10.

Namun, meski peristiwa kecelakaan kerja sudah terjadi secara berulang-ulang pada proyek itu, tetapi proses hukumnya seolah-olah masih misteri yang belum bisa diungkap aparat kepolisian. Baca Juga: Security Podomoro City Tutupi Informasi Tewasnya Pekerja

Kapolsekta Medan Barat, Komisaris Polisi (Kompol) Viktor Ziliwu ketika dikonfirmasi terkesan menutupi dan berpura-pura tidak mengetahui adanya peristiwa itu. “Saya belum tau, saya cek dulu,” katanya singkat.

Begitu juga saat ditanya, apa penyebab kematian korban apakah ada unsur kelalaian sehingga melanggar hukum pidana, mantan Wakasat Reskrim Polresta Medan ini malah menyebut, korban tewas karena sakit. “Penyebab kematiannya karena sakit. Meski begitu, kita masih melakukan penyelidikan atas kasus itu,” terangnya.

Berbeda dengan pengakuan kerabat korban, Benny Hutagalung, mengatakan kepada wartawan, korban tewas di rumah sakit setelah menjalani perawatan medis. “Tadi saya dapat kabar dari pihak proyek. Katanya Antoni meninggal dunia,” tuturnya kemarin. Baca juga: Lagi, Podomoro City Makan Korban

Menurutnya, saat Ia melihat jasad korban, di bagian wajah tampak dipenuhi lumuran darah. Bahkan, dari bagian telinga juga mengeluarkan darah segar.

“Saya enggak tau pasti kejadiannya bagaimana. Ini mau kami bawa ke Tarutung,” ungkap Benny buru-buru membawa jenazah korban.

Apalagi ketika itu tampak sejumlah preman berusaha dan menghalangi pihak keluarga untuk tidak memberi keterangan apapun kepada wartawan yang melakukan peliputan.

Alhasil, seorang wartawan TVRI, Davies sempat dianiaya dan dipukul saat meliput di RS Malahayati. Sehingga, kameranya menjadi rusak.

“Saya dihalangi saat hendak mengambil gambar di RS Malahayati, mereka meminta agar saya pergi. Karena aku tak menghiraukan mereka tanganku dipukul sehingga kameraku terjatuh,” ucapnya.

Meski begitu, Davies berusaha memberikan pengertian pada preman tersebut. Namun, pelaku malah makin emosi dan kembali melakukan penganiayaan dengan menendangnya dari belakang.

“Saya ditendang, dibentak dan menuduh saya sebagai pengacau rencana mereka,” jelasnya.

Sementara itu, dari informasi yang dapat dikumpulkan wartawan di lapangan, dikhawatirkan proyek Podomoro masih akan mengambil korban jiwa.

“Lokasi proyek itu menyimpan misteri, mungkin akan ada lagi tumbal berikutnya setelah kejadian ini,” ujar M Sihombing salah satu warga Kota Medan.

Menurutnya, pembangunan proyek tersebut sudah mengganggu penghuni gaib dan telah merusak tempat tinggal para arwah leluhur saat penjajahan Jepang.

“Dulu, tanah tempat berdirinya proyek bangunan Podomoro merupakan kuburan massal. Saya menyatakan, bila hal ini tidak segera diatasi pihak manajemen Podomoro maka selalu ada tumbal atau korban jiwa berjatuhan, ” ungkapnya.

Saat ditanya wartawan bagaimana cara mengatasinya, M Sihombing menyebutkan hal ini kajiannya sudah masuk ke dunia supranatural. “Coba tanyakan saja kepada orang pintar ya,” tutupnya.(wol/roy/data1)

Editor: HARLES SILITONGA

Check Also

Pemerintah AS Dukung Pembangunan Infrastruktur Transportasi Sumut

MEDAN, Waspada.co.id – Sebagai bagian dari dukungan pemerintah AS untuk infrastruktur transportasi di Indonesia, Departemen ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.