_
Home / Sports / Nasional / 9 Syarat Pencabutan Pembekuan PSSI
foto: Antara

9 Syarat Pencabutan Pembekuan PSSI

JAKARTA, WOL – Pemerintah, melalui Kemenpora, mengajukan sembilan syarat pencabutan SK Pembekuan PSSI. Salah satunya meminta PSSI berani menjamin Timnas Indonesia berprestasi di berbagai ajang internasional.

Prestasi dimaksud seperti juara Piala AFF 2016, SEA Games 2017, lolos kualifikasi Piala Dunia 2018, dan Asian Games 2018. Ajang terdekat adalah Piala AFF 2016 yang akan dilaksanakan pada November di Filipina dan Myanmar.

“Kalau akhirnya hanya dapat posisi dua atau tiga tidak masalah. Yang penting harus ada garansi bahwa timnas kita bisa di AFF. Kan di dalam manajemen harus berbasis target,” tutur Juru Bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto, di Jakarta, Rabu (2/3).

Adapun syarat lain yang diajukan Pemerinta adalah meminta PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih Ketua Umum PSSI paling lambat akhir April mendatang. Menpora Imam Nahrawi menyatakan pihaknya sudah menyampaikan permintaan KLB kepada Ketua Komite Ad Hoc PSSI, Agum Gumelar, saat pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun, kala itu Agum belum menyanggupi syarat yang diajukan Pemerintah tersebut. Alasan Agum saat itu, KLB bukan satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik. Selain itu, para pemilik suara tidak mengajukan KLB, sehingga sampai saat ini PSSI keberatan kembali menyelenggarakan kongres.

Syarat lain yang diajukan adalah PSSI menjamin eksistensi atau kehadiran Pemerintah dalam tata kelola persepakbolaan nasional melalui pengawasan dan pengendalian yang ketat. Pemerintah juga meminta adanya jaminan sistem pelaporan dan pertanggungjawaban PSSI kepada AFC dan FIFA, bahwa keterlibatan Pemerintah dalam perbaikan tata kelola sepakbola nasional di PSSI merupakan bentuk tanggung jawab, bukan intervensi.

Selain itu, juga mengedepankan ketaatan terhadap sistem hukum nasional. PSSI juga diminta berkomitmen terhadap perbaikan tata kelola sepakbola untuk kepentingan peningkatan prestasi olahraga sepakbola nasional.

Untuk masalah transparansi, PSSI juga diminta menjamin adanya keterbukaan informasi publik yang akuntabel dalam bentuk pelaporan atau publikasi. Terkait pembinaan, induk sepakbola nasional itu diminta menjamin terselenggaranya pola pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi profesional, berkualitas serta transparan.

“PSSI harus menjamin selama kompetisi tidak ada pengaturan skor dan pola kartel serta pemenuhan jaminan perlindungan bagi pelaku olahraga profesional,” tandas Imam.(wol/aa/waspada)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Ini Misi Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

JAKARTA, Waspada.co.id – Shin Tae-yong dilaporkan akan menerima gaji dari PSSI sekira Rp2 miliar per ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.