Poldasu Pastikan Chaidir Ritonga Tak Terlibat Korupsi Diskanla Sumut

Chaidir Ritonga (foto: Ist)

MEDAN, WOL – Mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Chaidir Ritonga, membantah keras terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan enam unit kapal tangkap ikan 30 GT, di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) tahun 2014, sebesar Rp8 miliar.

Hal itu dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, yang mengaku ditelepon langsung oleh Chaidir Ritonga, Selasa (16/2).

“Tadi saya ditelepon Chaidir Ritonga, yang memprotes keterlibatannya dalam kasus pengadaan enam unit kapal itu. Dia membantah hal itu,” kata MP Nainggolan.

Dia menambahkan, setelah dikroscek ulang, Tipikor Polda Sumut menyatakan tidak ada keterkaitan sama sekali Chaidir Ritonga, dalam kasus ini.

“Sudah saya kroscek, dan dipastikan tidak ada keterlibatan beliau (Chaidir Ritonga) dalam kasus ini,” lanjutnya lagi.

Diketahui saat ini, Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Sumut, terus mengintensifkan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sumut senilai Rp8 miliar, terkait pengadaan enam unit kapal tangkap ikan di Sibolga dan Tapteng tahun anggaran (TA) 2014.

Sebelumnya, Kasubdit III/Tipikor Polda Sumut, AKBP Frido Situmorang, ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (14/2) siang mengatakan, kasus itu masih dalam proses penyelidikan, belum ada tersangka. Penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi yang bisa saja menjadi tersangka.

“Benar, kita ada menangani dugaan korupsi di Diskanla Sumut. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” terang Frido.

Saat ini, lanjut Frido, pihaknya sudah memanggil dan memeriksa sejumlah staf dan pegawai di Diskanla Sumut, termasuk pimpinannya, Zonny Waldi.

Zonny Waldi selama sepekan lalu, sudah dua kali menjalani pemeriksaan, yakni Selasa (9/2) dan Jumat (12/2) kemarin.

Pada Jumat (12/2) kemarin, Zonny Waldi, diperiksa Subdit III/Tipikor Polda Sumut selama tujuh jam mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Penyidik masih menjadwalkan rencana pemanggilan terhadap saksi-saksi yang mengetahui proyek tersebut, guna mencari orang yang bertanggungjawab. “Masih akan terus kita jadwalkan pemeriksaan lanjutannya,” pungkas Frido.(wol/roy/data2)

Editor: HARLES SILITONGA