_
Home / Aceh / Kapolres Simeulue Bantah Menahan 3 Wartawan
foto: Rahmad/waspada

Kapolres Simeulue Bantah Menahan 3 Wartawan

SIMEULUE, WOL – Kapolres Simeulue Aceh, Ajun Komosaris Besar Polisi (AKBP) Edi Bastari membantah rumor adanya penahanan tiga wartawan di daerah pulau tersebut.

“Tidak betul itu,” jawab Edi Bastari melalui telepon seluler, Jumat (26/2) menyusul adanya info Polres Simeulue menahan tiga wartawan.

Dijelaskannya, sekira seminggu lalu pihaknya ada memintai keterangan kepada tiga wartawan media lokal MP atas dugaan pemerasan yang dilaporkan oleh Kepala Desa dari Teupah Barat. Namun setelah dilakukan penyelidikan dan permintaan keterangan, hasilnya tidak benar.

“Melainkan soal pemasangan iklan dan pariwara yang belum terbit,” ujarnya.

Dikatakannya, dibalik laporan itu ada indikasi sentimen yang menurut AKBP Edi, salah satu wartawan yang dilaporkan adalah calon menantu dari saudara kandung salah seorang kepala desa yang melapor.

Lantas menurut Kapolrse untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Cenderung pada upaya menjaga keamanan terlapor karena laporan ada indikasi kurang senang secara pribadi.

Menurutnya para terlapor berinitial F, R dan JK sejak diperiksa. “Wajib lapor,” jelasnya.

Tiga wartawan MP yang dituding terlibat  mengaku merasa dijebak. Ketika silaturahim ke Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Simeulue, Jumat (26/5) ketiganya mengancam akan  membuat laporan balik soal pencemaran nama baik.

Rian, menceritakan, awal kejadian itu dia datang silaturahim karena ajakan calon istri dan calon mertua perempuan ke rumah kepala desa. Sesampainya di sana sang kepala desa yang tidak dikenalnya melainkan dia tahu itu adalah paman calon istrinya menanyakan status pekerjaan. Dia pun menjelaskan bahwa dia wartawan.

Dari situ berlanjut hingga sang paman calon istrinya menawarkan iklan/pariwara yang kemudian disepakati pembayaran iklan.

Namun akhirnya pada satu malam, tepatnya Sabtu malam minggu lalu saat dia berkunjung ke rumah paman calon istrinya itu. Tanpa diketahui dirinya, polisi dari Polres Simeulue menggelandangnya ke Polres Simeulue atas laporan pemerasan.

Rian diperiksa sejak Sabtu malam hingga Minggu petang dan menahan kendaraan roda empat miliknya. Sedangkan dua rekannya diperiksa esok harinya.

Kawan Rian, Jon Kenedy menyatakan bahwa laporan itu benar-benar jebakan karena uang tersebut untuk pembayaran sejumlah eksemplar koran dan untuk pemasangan iklan.

Menurut Firnalis rekan Rian dan Jon, kasus tersebut untuk membungkam media tempat mereka bekerja karena selama ini terlalu vokal menyoroti kinerja aparat pemerintah daerah pulau tersebut.

Karena sebelumnya, ada oknum pejabat dari Simeulue yang menelpon Kepala Biro medianya di Banda Aceh dengan bahasa “ancaman”.

Lebih lanjut dia menangarai ada juga kaitanya dengan Laporan mereka ke Bareskrim soal pengelolaan perusahaan sawit daerah Simeulue yang dikelolah PT Kasamaganda yang tidak transparan dan menyalahi aturan.(wol/rah/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapolres Madina Sebut Pers Berperan Jaga Kamtibmas

MADINA, Waspada.co.id – Kapolres Mandailing Natal, AKBP Irsan Sinuhaji, bersilaturahim dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.