Cuaca Buruk di Sumut-Aceh, 7 Kapal Tenggelam, 1 Tewas -1 Hilang

Ilustrasi
Iklan

BELAWAN, WOL – Cuaca buruk dan ombak yang mencapai ketinggian dua sampai tiga meter melanda perairan  Belawan dan Langkat Sumatera Utara serta Aceh, Minggu (7/2) hingga Senin (8/2).

Akibatnya, sebanyak 7 kapal nelayan tenggelam di Belawan, Langkat dan Aceh dengan mengakibatkan 1 korban tewas dan 1 dinyatakan hilang.

Di Belawan, tiga kapal nelayan mengalami kecelakaan di sekitar Bouy 1 alur Belawan, Senin (8/2).

Akibatnya KM MBF 938 jenis pukat hela dinakhodai Suyatno, KM Bintang Terang XII jenis pancing dinakhodai Ahmad Nasution dan satu KM tanpa nama jenis pancing cumi dinakhodai Ali Nur Lubis asal Kampung Nelayan dikabarkan tenggelam.

Dalam peristiwa tersebut nakhoda TB Pancaran XLV-1215 sempat menolong 10 nelayan yang merupakan ABK kapal tanpa nama yang sudah terapung di laut.

iklan

Sedangkan TB Marina juga menyelamatkan empat ABK KM Bintang Terang XII yang tiga di antaranya dalam kondisi lemas.

Namun, seorang anak buah kapal (ABK) KM Bintang Terang XII, Wardi (29) warga Andan Sari, Kelurahan Terjun, Medan Marelan dilaporkan hilang dan hingga kini belum diketahui nasibnya.

Sedangkan, Irwansyah (60) warga Kampung Nelayan ditemukan meninggal dunia oleh patroli Polair Polda Sumut.

Menurut Dinas Penerangan (Dispen) Lantamal I Belawan, kecelakaan tersebut akibat cuaca buruk dan angin kencang yang menimbulkan gelombang hingga tiga meter. Ketiga kapal terhempas sebelum sempat mendarat di TB Pancaran XLV-1215.

Dari Langkat, tiga kapal nelayan Langkat tenggelam di perairan Alur Buoy Pulau Sembilan, Kecamatan Pangkalan Susu, Senin (8/2).

Seluruh nelayan ketiga kapal nelayan tersebut sempat diselamatkan nelayan lain yang sedang melintas di laut tersebut.

Ketiga kapal tenggelam adalah kapal bermuatan nelayan dari Desa Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu dengan tekong Akim, Satu kapal lainnya ditumpangi nelayan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan dan satu kapal nelayan asal Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat dengan tekong Yunus.

Rencananya, ketiga kapal tersebut hendak menjaring ikan di tengah laut, tiba-tiba datang angin kencang disertai ombak besar menghantam kapal mereka. Akibatnya, kapal terbalik dan satu di antaranya tenggelam hingga kini belum berhasil ditemukan.

Kasatpol Airud Pangkalan Susu, AKP Maladirman mengatakan, ombak besar dan angin kencang menyebabkan kapal nelayan karam.

Di Aceh Utara, kapal ikan berkapasitas 2 GT milik nelayan tradisional Seunuddon karam setelah dihantam ombak besar di kawasan Kuala Jambo Aye, Aceh Utara.

Panglima Laut Seunuddon Amir Yusuf menyebutkan, dua awak boat, Is Herman (35) dan Surya Hamdani (30) warga asal Desa Ulee Rubeik Barat berhasil diselamatkan nelayan lain namun kapal mereka tenggelam.(wol/data1)

Iklan