_
Home / Fokus Redaksi / Sepanjang 2015, DPRD Medan Hanya Sahkan 3 Ranperda
WOL Photo/Ega Ibra

Sepanjang 2015, DPRD Medan Hanya Sahkan 3 Ranperda

MEDAN, WOL – Kinerja DPRD Medan pada tahun lalu dinilai kurang maksimal. Terbukti, sepanjang tahun 2015 para legislator tersebut hanya mampu menghasilkan tiga Peraturan Daerah (Perda), itupun Perda Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2015, Perubahan APBD tahun 2015 dan Perda R-APBD tahun 2016.

Kurang maksimalnya kinerja dewan ini pun diakui Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Medan, HT Bahrumsyah.

Dari segi kinerja memang belum maksimal. Sebab pada tahun 2015 ini hanya mensahkan Ranperda sisa tahun 2014. Sedangkan untuk tahun 2015 bisa dibilang tidak ada. Karena Ranperda APBD merupakan tugas pokok dewan.

Akan tetapi, tahun 2016 ini kita akan memaksimalkan penyelesaian seluruh Ranperda baik yang diusulkan oleh Pemko Medan maupun Ranperda hak inisiatif. Walaupun sampai hari ini Bapperda DPRD Medan belum ada menerima Program Pembentukan Perda (Properda) dahulu Program Legislasi Daerah (Prolegda) dari Pemko Medan.

“Dimana seyogianya kita sudah harus menerima Properda yang sesungguhnya diparipurnakan pada Akhir Desember 2015, namun sudah bulan Januari 2016, kita belum juga menerima Properda, harapan kita pada tahun 2016, akan lebih maksimal,” ungkapnya.

Mulai awal tahun ini, lanjut politisi PAN ini, pihaknya akan mulai untuk menyelesaikan seluruh Ranperda. Sehingga pada akhirnya DPRD Medan mampu menyelesaikan paling tidak 70 sampai 80 persen Ranperda.

“Jadi kita akan mengkaji seluruh Ranperda yang ada. Salah satunya adalah Ranperda Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. Karena kamaren yang diusulkan oleh Pemko Medan hanya menyangkut retribusi. Sementara dari seluruh fraksi yang ada di DPRD Medan mengusulkan agar ada Ranperda Pengendalian Minuman beralkohol,” jelasnya seraya meminta Pemko Medan mengusulkan draft Ranperda Pengendalian Minuman Beralkohol.

Lebih lanjut Bahrum menjelaskan, sampai dengan hari ini ada sebanyak 21 Ranperda yang belum diselesaikan, termasuk didalamnya Ranperda hak inisiatif, yang mana 2 Ranperda merupakan Renperda lama.

“Kendalanya mungkin karena tidak adanya batasan yang diberikan kepada panitia khusus (Pansus), sehingga satu Ranperda ada yang sampai 6 bulan pembahasannya. Lalu yang kedua, personil Pansus terlalu gemuk. Hampir separuh anggota dewan tersedot di dalam satu Pansus, karenanya kedepan harus ada perampingan personil Pansus, paling tidak satu Pansus meliputi 14 orang,” pungkasnya. (wol/mrz)

Editor: Agus Utama

Check Also

Program L2T2 dan L2T3 PDAM Tirtanadi Dapat Dukungan Pemko Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Pemko Medan menyambut baik dan mendukung inovasi program layanan limbah terbaru Tirtanadi, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.