_
Home / Fokus Redaksi / Penurunan Harga BBM Tak ‘Berarti’
WOL Photo/Ega Ibra

Penurunan Harga BBM Tak ‘Berarti’

MEDAN, WOL – Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak begitu membuat masyatakat khususnya warga Kota Medan berbahagia.

Pasalnya, walaupun harga BBM telah mengalami penurunan beberapa persen, namun harga kebutuhan bahan pokok tetap tinggi.

Seperti yang diungkapkan Endang, kepada Waspada Online, Selasa (5/1), penurunan harga BBM tidak berpengaruh mengurangi anggaran biaya kebutuhan rumah tangganya. Dalam sehari untuk menghidupi keluarganya dibutuhkan biaya berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu.

Akh, turunnya pun cuman 250 perak saja. mana mungkin harga sembako juga ikut turun,” ungkap saat ditemui wartawan di Jalan ketika mengisi bahan BBM di SPBU 14.202.104 di Jalan Letda Sudjono, Kecamatan Medan Tembung

Menurutnya, dengan penurunan yang dilakukan pemerintah tersebut justru nantinya akan membuat kehidupan masyarakat semakin sulit.

Pengendara sepeda motor membeli BBM jenis Premium di SPBU Jalan Putri Hijau, Medan, Selasa (5/1). Mulai 5 Januari 2016, Pemerintah menurunkan harga BBM untuk Premium dari Rp 7.300 per liter menjadi Rp 6.950 per liter dan Solar dari Rp 6.700 per liter menjadi Rp 5.650 per liter. (WOL Photo/Ega Ibra)
Pengendara sepeda motor membeli BBM jenis Premium di SPBU Jalan Putri Hijau, Medan, Selasa (5/1). Mulai 5 Januari 2016, Pemerintah menurunkan harga BBM untuk Premium dari Rp 7.300 per liter menjadi Rp 6.950 per liter dan Solar dari Rp 6.700 per liter menjadi Rp 5.650 per liter. (WOL Photo/Ega Ibra)

“Memang saat ini harga BBM memang mengalami penurunan namun nominalnya kecil. Takutnya kedepannya harga minyak tersebut naik dua sampai tiga kali lipat. Saya menduga penurunan ini sebagi upaya pemerintah untuk menaikan harga BBM yang lebih tinggi,” tutur Endang.

Dalam penurunan harga BBM tersebut tidak membuat warga berbondong-bondong melakukan pengantrian untuk mengisi minyak.

Pantauan Waspada Online dari SPBU 14.202.104 Jalan Letda Sudjono, lokasi stasiun pengisian bahan bakar tersebut tampak sepi. Demikian juga di SPBU Jalan SM Raja, Jalan Bakti, Jalan Brigjen Katamso juga terlihat lengang. Tidak ada antrian panjang pengendara baik roda dua maupun empat yang membeli BBM.

“Biasa saja bang pasca penurunan harga minyak tersebut. Tidak ada antrian yang begitu panjang. Nah mungkin karena harganya turun. Namun kalau harga minyak naik, pasti terjadi antrian panjang,” terang Hadi salah seorang pegawai SPBU saat ditemui wartawan.

Diketahui, premium turun sebesar Rp 350 yakni dari harga Rp 7.300 menjadi Rp 6.950 dan Solar turun sebesar Rp 950 yakni dari harga Rp 6700 menjadi Rp 5.750. (wol/lvz/data1)

Editor: AGUS UTAMA

Check Also

Waspada Online Siap Dukung HUT PFI Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Sebagai salah satu media online ternama di Sumatera Utara, Waspada Online siap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.