_
Home / Aceh / “Din Minimi Cs Layak Dapat Amnesti”
WOL Photo/Chairul Sya'ban

“Din Minimi Cs Layak Dapat Amnesti”

MEULABOH, WOL – Mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Meureuhom Daya, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Munir meminta Presiden Joko Widodo memberikan amnesti kepada rekannya Nurdin Bin Ismail alias Din Minimi dan kawan-kawannya.

“Kita memberikan apresiasi kepada rekan Din Minimi yang berani memperjuangkan hak-hak kombatan dan korban konflik masa lalu, jadi kita meminta kearifan pusat memberikan amnesti kepadanya dan saudara-saudara yang ikut bersamanya,” kata mantan anggota GAM, Munir alias Abu Rimung Daya di Meulaboh, Senin (4/1).

Menurutnya sikap Din Minimi menyerahkan diri kepada Pemerintah patut diapresasi. Apalagi apa yang dilakukan rekannya itu adalah memperjuangkan hak-hak korban konflik 10 tahun lalu di Aceh.

Mantan Komandan Operasi GAM wilayah Mereuhom Daya Aceh itu mengharapkan langkah cepat dilakukan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso memberikan amnesti. Selain itu Kapolri diharapkan tidak mempersulit proses tersebut.

“Kalau pemerintah tidak merespon amnesti, mungkin ini akan memicu sangat besar,” tegasnya.

Lebih lanjut Munir mengatakan, sebagian kombatan GAM menyatakan rasa bangga kepada Din Minimi dan anggotanya yang berani bersuara memperjuangkan sebagian dari saudara mereka yang sudah 10 tahun pascadamai RI-GAM belum mendapat sentuhan Pemerintah Aceh.

Menurut Munir, Pemerintah Aceh harus mengakomodir enam tuntutan yang diajukan oleh Din Minimi dan kelompoknya demi mempertahankan kedamaian Aceh dalam pangkuan NKRI, karena bila tidak dilakukan maka itu dianggap satu kedhaliman kepada rakyat Aceh dan kombatan.

“Sepuluh tahun perdamaian Aceh, kami masih sangat kurang mendapat perhatian, apalagi kepada sebagian saudara-saudara eks kombatan GAM, yang ada Pemerintah Aceh hanya memikirkan kelompoknya semata,” tegasnya.

Enam tuntutan Din Minimi telah disampaikan kepada pemerintah yakni, meminta dilanjutkan proses reintegrasi MoU Helsinki, meminta Pemerintah Aceh memperhatikan kesejahteraan korban konflik, keluarga dan anak-anak yatim piatu korban konflik dijamin pemerintah.

Kemudian meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki penggunaan APBD Provinsi Aceh, meminta menerjunkan pengamat atau peninjau independen saat digelarnya pemilihan kepala daerah serentak di Aceh pada 2017, dan meminta pemerintah memberikan amnesti.

Menurut Din Minimi, Jokowi tidak mungkin berkilah. Dan ia percaya bahwa Jokowi tetap akan memberikan amnesti kepadanya dan ratusan anggotanya, termasuk beberapa anggotanya yang kini sedang dalam jeruji besi.

“Saya percaya dengan Pak Jokowi, saya yakin amnesti akan segera dikeluarkan oleh Pak Jokowi, kami tetap setia menunggu. Lagi pula di Pusat kan masih duduk juga mereka untuk bahas soal amnesti ini. Pastinya kami tetap desak tuntutan kami direalisasi,” ujar Din Minimi, saat ditemui Waspada Online, Minggu (3/1) kemarin di kediamannya, di Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Mantan Pimpinan kelompok bersenjata api ini bahkan sempat berbicara langsung dengan Jokowi via handphone. Pembicaraan itu, menurut Din, menggunakan handphone Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso.

Din meminta empat hal, yaitu meminta reintegrasi eks kombatan, memberikan perhatian kepada korban konflik, merealisasikan MoU Helsinki termasuk pembentukan Komisi Bersama Penyelesaian Klaim, serta meminta aparat kepolisian dan TNI menghormati perjuangan mereka dalam menuntut keadilan seperti yang ditandatangani di Helsinki.

Oleh karena itu, dari pembicaraan itulah yang membuat dirinya yakin bahwa Presiden Jokowi akan mengabulkan permohonannya yaitu memperoleh amnesti. Dan saat ini pula, Din Minimi sedang menyusun daftar orang yang dianggap berhak menerima amnesti tersebut.

Ia menyebutkan, ada sekitar 41 orang anggotanya yang terlatih. Namun, pemberi informan dan pencari dana banyak. Lima orang diantaranya sekarang ditahan di Rutan Idi Aceh Timur, dua di Polres Aceh Utara.

“Mereka Insya Allah akan kita upayakan mendapat pengampunan dari Presiden. Khusus untuk anggota yang sudah meninggal dalam kontak tembak dengan aparat keamanan, saya akan bertanggung jawab penuh dan mengupayakan kesejahteraan untuk keluarga yang ditinggalkan,” tambah Din Minimi dengan senyum sumringah kepada Waspada Online.

Ia juga menyebutkan, bahwa sejak awal mereka berjuang bukan untuk pribadi. Yang mereka tuntut adalah kesejahteraan rakyat Aceh pasca perdamaian MoU Helsinki 2005 silam. (inilah/chai/ags/data1)

Check Also

Presiden Jokowi Resmi Teken Amnesti Baiq Nuril

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memberikan amnesti kepada terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.