_
Home / Fokus Redaksi / Ayo Lebih ‘Pintar’ Dengan Media Digital
WOL Photo/Ega Ibra

Ayo Lebih ‘Pintar’ Dengan Media Digital

MEDAN, WOL – Media digital tampaknya bukan sesuatu yang asing lagi di telinga masyarakat, termasuk para generasi muda saat ini. Memang hal ini tidak terlepas dengan seiring berjalannya kecanggihan teknologi yang berkembang begitu pesat.

Buktinya, banyak orang yang telah menggunakan perangkat digital untuk mempermudah aktivitas mereka sehari-hari, atau hanya sekadar digunakan untuk hiburan semata. Yang terbaru mungkin fenomena Go-Jek di kalangan masyarakat, yang dinilai sukses memanfaatkan media digital sebagai sarana transportasi alternatif.

Nah, terlepas dari hal tersebut, mungkin saat ini seseorang bisa menghabiskan waktunya seharian dengan media digital. Contoh kecil saja, bila Anda berjalan ke sebuah tempat keramaian, bisa dilihat bila rata-rata orang asyik memegang ponsel, laptop atau tab-nya.

Tentunya dengan beragam kepentingan, baik untuk mencari informasi, transaksi bisnis maupun hanya sekadar bermain game online atau bercengkerama di media sosial, seperti path, facebook, dan line.

Dengan fakta tersebut, itu menunjukkan bahwa banyak manfaat yang memang dapat diambil dari media digital itu sendiri, mungkin di antaranya sebagai sarana pembelajaran efektif dan pengembangan keterampilan teknis, sarana bersosialisasi dengan teman secara online, dan sarana komunikasi lintas batas.

Selain itu juga sarana pengembangan diri anak-anak berprestasi. Bahkan melihat perkembangan media digital yang semakin pesat membuat pemerintah mulai melirik media sosial seperti twitter dan facebook untuk menyosialisasikan kebijakan dan programnya kepada masyarakat.

Bak pisau bermata dua, di sisi lain media digital juga memiliki sisi negatif. Bila memang tidak mampu untuk dikontrol, seperti anak-anak bisa menjadi asosial, karena situs jejaring sosial dapat membuat remaja lebih mementingkan diri sendiri ketimbang orang lain.

Lalu, karena sifatnya, semua konten bisa diakses oleh anak yang bisa berakibat pada tampilan tidak layak untuk mereka. Selanjutnya, pemicu terjadinya tindakan kriminalitas akibat situs jejaring sosial yang sudah banyak terjadi baik di dalam maupun luar negeri.

Siswa SMA Panca Budi Medan, Chindy Valen, mengakui saat ini dirinya tidak bisa lepas dari media digital. Kalau dihitung, Chindy mengaku bisa kurang lebih 10 hingga 14 jam. Namun dirinya tidak mau menghabiskan waktu ‘bermain’ bersama media digital untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Biasanya buka-buka blog yang berhubungan dengan tugas dari sekolah. Kalau tidak lihat-lihat media online untuk melihat perkembangan informasi. Baru sesekali bisa jejaring sosial, kayak path dan twitter,” ucapnya.

“Aku juga sempat takut dengan banyaknya kriminalitas yang terjadi lewat jejaring sosial. Namun setelah dipikir-pikir, kalo kita nggak buka yang macam-macam, pasti aman-aman aja,” pungkasnya.

So, ayo lebih pintar dengan media digital! (wol/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Konflik Papua, Presiden Tegaskan Pendekatan Dialog

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sejak awal pendekatan yang dilakukan dalam mengatasi masalah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.