Banjir, 12 Kecamatan di Aceh Barat Terisolir

WOL Photo/chai

MEULABOH, WOL –  Tiga dari 12 Kecamatan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh masih terisolir akibat banjir yang menerjang pemukiman penduduk sejak Sabtu (11/12) pagi dengan ketinggian 1-2 meter.

Kasubag Hubungan Media Masa Setdakab Aceh Barat Jopi D Saputra di Meulaboh, Minggu (13/12) kepada  Antara mengatakan, hingga Sabtu dini hari petugas belum bisa menerobos mengantarkan logistik ke daerah yang terisolir tersebut.

“Untuk Kecamatan Woyla Timur dan Woyla Barat anggota Tagana belum berhasil melintasi karena tingginya debit air. Hari ini akan dicoba kembali untuk menerobos kawasan tersebut,”katanya.

Dia menjelaskan, tingginya intensitas hujan dalam pekan ini melanda Aceh telah mengakibatkan meluapnya beberapa aliran sungai yang berdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh Barat yang mulai terjadi sejak Kamis 10/12.

Dia mengatakan, Pemkab Aceh Barat yang di bantu TNI/Polri dan Basarnas telah turun kelokasi guna mengevakuasi masyarakat ke tempat pengungsian terdekat. Sementara Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaketrans) bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah menyalurkan bantuan berupa beras ke sejumlah titik.

“Pemda sudah menyalurkan logistik untuk bantuan. Beras sudah dikeluarkan sejumlah 34 ton terutama untuk Kecamatan Pantee Ceuremen, Panton Reu, Arongan, Samatiga, Bubon, Johan Pahlawan dan Meurebo,”sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemkab Aceh Barat saat ini terus mengupayakan bantuan lainnya yang bersumber dari donatur maupun pemerintah dan dari pemerintah tingkat dua Provinsi Aceh telah mengirimkan beras dan lauk pauk.

Hingga Minggu (13/12) dini hari, data korban banjir yang dihimpun dari posko siaga banjir Dinsosnakertrans Aceh Barat tercatat 14.146 Kepala Keluarga dan 49.605 jiwa tersebar di 12 kecamatan.

Selain merendam pemukiman penduduk, banjir kali ini juga mengakibatkan longsor di sejumlah titik seperti di kawasan Jalan Kajeung Sarah Perela Kecamatan Sungai Mas dan abrasi yang mengikis jembatan Sawang Teube lintas Kecamatan Pantee Ceuremen.

“Bupati Aceh Barat H.T Alaidinsyah bersama instansi terkait, TNI, Polri terus memantau perkembangan bencana alam ini yang juga turut terjun langsung ke sejumlah lokasi banjir sejak malam kemarin,”katanya menambahkan.
(hls/data1)