_
Home / Medan / Anggaran Revitalisasi Taman Lili Suheri Dipangkas
foto: Istimewa

Anggaran Revitalisasi Taman Lili Suheri Dipangkas

MEDAN, WOL – Komisi D DPRD Kota Medan, bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Medan sepakat memangkas separuh anggaran yang diajukan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2016, untuk revitalisasi Taman Lili Suheri di Jalan Listrik, Kecamatan Medan Petisah sebesar Rp15 miliar, menjadi Rp7,5 miliar.

Sementara sisanya dialihkan untuk program yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur jalan dan drainase.

Dalam rapat lanjutan pembahasan RAPBD Kota Medan 2016 antara Komisi D dengan Dinas Perkim dan Bappeda, Senin (14/12), yang dipimpin Ketua Komisi D Sabar Syamsurya Sitepu, anggota Komisi D, Landen Marbun menyarankan agar sisa dana untuk revitalisasi Taman Lili Suheri dialihkan untuk perbaikan infrastruktur. Pasalnya kondisi infrastruktur Kota Medan yang hancur membuat hati miris. “Kita fokus dululah untuk infrastruktur, karena Ini tanggungjawab bersama,” ujarnya.

Pada prinsipnya, sambung Landen, konsep yang diajukan TAPD untuk mengembalikan Taman Lili Suheri menjadi Taman Kota dan cagar budaya. Hanya saja, Taman Lili Suheri sudah berulang kali berganti, tapi tidak bertahan lama. “Jangan nanti nasibnya sama seperti yang lalu-lalu. Ini juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Senada dengan itu, Sahat Simbolon, Abdul Rani, Duma Dame dan Daniel Pinem, sepakat anggaran Rp15 miliar tersebut dialihkan ke infrastruktur. Apalagi, timpal Daniel, Presiden Jokowi saat penyerahan DIPA menegaskan agar belanja modal diperuntukkan pada kegiatan-kegiatan produktif.

Sementara anggota Komisi D lainnya, Ahmad Arief dan Muhammad Nasir, mendorong agar revitalisasi Taman Lili Suheri tetap dilaksanakan, namun program infrastruktur tetap berjalan. Sebab, kata Arief, keberadaan taman kota yang menjadi ruang publik, selain mendorong tingkat perekonomian, juga menjadi wajah kota. “Apalagi, taman kota dan ruang terbuka hijau di Medan masih minim,” timpal Nasir.

Sedangkan, Sabar Sitepu, menyarankan agar revitalisasi Taman Lili Suheri lebih mendahulukan skala prioritas. Artinya, pembangunan tetap dilakukan secara bertahap dan program infrastruktur tidak dikesampingkan. “Malu juga kita, setiap reses infrastruktur ini saja yang selalu dikeluhkan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya Kadis Perkim, Gunawan Surya Lubis, menyampaikan revitalisasi Taman Lili Suheri dilakukan untuk mengembalikan alih fungsi menjadi taman kota. “Pekerjaan yang kami lakukan adalah fisiknya dan bukan menanam bunga,” katanya.

Sementara Kepala Bappeda Kota Medan, Zulkarnain, menerangkan rencana revitalisasi Taman Lili Suheri dilakukan, karena taman tersebut merupakan kawasan khusus cagar budaya. “Jadi, revitalisasi yang dilakukan mengikuti konsep konservasi kawasan khusus, mengembalikan sebagai ruang publik serta tempat berinteraksi sosial,” jelasnya.

Selain itu, sebut Zulkarnain, revitalisasi juga akan membangun citra atau branding kota yang ruang publiknya sangat bagus. Apalagi, katanya, DED Taman Lili Suheri sudah berjalan sejak tahun 2013.

“Terus terang, kalau lokasi itu dijadikan kawasan strategis sudah banyak yang melirik, tapi kita (Pemko Medan, red) tidak mau. Makanya, kita mau agar status kawasan khusus itu dikembalikan,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

1.000 Personel Siap Bersihkan Kawasan Jalan Kampar Belawan

MEDAN, Waspada.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari mendatang, Pemko ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.