17 Desember, KPU Umumkan Hasil Pilkada Medan

WOL Photo

MEDAN, WOL – KPU Medan berencana akan mengumumkan hasil pemungutan suara Pemilihan Wali Kota Medan 2015, Kamis, 17 Desember.

Komisioner KPU Medan Divisi Teknis dan Penyelenggara, Pandapotan Tamba menjelaskan, usai menggelar hasil rekaputilasi perolehan suara Pilkada Medan yang akan berlangsung besok, Rabu (16/12) di salah satu hotel di Medan, pihaknya akan mengumumkan hasilnya pada hari berikutnya Kamis (17/12).

Menurutnya, penyampaian hasil tersebut sudah dapat di publikasikan ke masyarakat, mengingat sudah tidak ada lagi yang harus di tunggu.

“Kalau sudah selesai rekapitulasinya, ngapain juga kita memperlama pengumumannya,” ucapnya singkat, Selasa (15/12).

Terkait adanya wacana pasangan nomor urut 2, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma mendesak pemilihan ulang, dengan santai Tamba menjelaskan bahwa pihaknya akan melihat situasi kedepannya.

Advertisement

“Kita lihat lah nanti. Kita pelajari dulu tuntutannya seperti apa,” ucapnya.

Pada berita sebelumnya, tim pemenangan REDI meminta pemilihan susulan atau lanjutan yang mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang pemilu, pasal 122 ayat 4.

Dalam Undang Undang tersebut ditegaskan, mengenai batas ambang pemilih 50 persen. Sementara di Medan angka partisipasi pemilih hanya 447.686 orang atau 22,55 persen. Sedang yang tidak memilih 1.573.410.

“Kami tidak mempersoalkan hasil hitung cepat. Melainkan kacaunya sistem penyelenggaraan pemilu yang banyak menghabiskan anggaran sebanyak Rp56,6 miliar tapi KPU Medan gagal mencapai targetnya 75 persen angka partisipasi pemilih,” ungkap Ketua Tim Pemenangan REDI Bobby Zulkarnaen dalam keterangan persnya di Posko REDI Jalan Gajah Mada nomor 5 Medan, Jumat (11/12) lalu.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Tim Pemenangan REDI, Jeremy Tobing mengatakan, langkah-langkah administrasi dan hukum untuk mendorong Pilkada susulan itu, pihaknya akan mendiskusikan secara internal.

“Tentu dengan prosedur hukum setelah hasilnya nanti diputuskan KPU, kami juga akan masukkan ke PTUN, surat juga akan masuk ke KPU dan Panwaslu. Mungkin juga ke DKPP dan Mahkamah Konstitusi. Itu yang bakalan kita lakukan, nanti akan kita rembukkan kembali detailnya,” pungkas Jeremy. (wol/mrz/data2)