Breaking News
_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Perusahaan Asal Singapura jadi Tersangka Pembakar Hutan
Istimewa

Perusahaan Asal Singapura jadi Tersangka Pembakar Hutan

PEKANBARU, WOL – Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menetapkan PT Palm Lestari Makmur (PLM) asal Singapura sebagai tersangka dugaan kebakaran lahan dan hutan di area konsesinya di Kabupaten Indragiri Hulu.

“Secara korporasi sudah tersangka dan kita akan segera melakukan gelar perkara,” kata Direktur Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Arif Rahman Hakim saat ditemui Antara di Pekanbaru, Selasa (20/10).

Ia mengatakan saat ini pihaknya masih terus memeriksa sejumlah saksi termasuk saksi ahli atas dugaan pembakaran lahan yang dilakukan oleh perusahaan itu.

Sementara itu, Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Ari Rahman Nafarin mengatakan bahwa luas lahan yang diduga dibakar oleh perusahaan itu seluar 29 hektar.

Ia menjelaskan penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah petinggi PT PLM.

Selain PT PLM, Ari juga menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami perusahaan asing lainnya yang diduga membakar lahan yakni PT Pan United yang berada di Kabupaten Bengkalis.

“Selain PT PLM, ada satu lagi perusahaan asal asing yang sedang kita lakukan. penyidikan, dalam waktu dekat kita beritahu perkembangannya,” jelasnya.

Sebelumnya pada Agustus 2015 lalu Dirkrimsus Polda Riau telah menetapkan perusahaan perkebunan sawit di Pelalawan PT Langgam Inti Hibrindo sebagai tersangka pembakar lahan secara korporasi.

Dalam perkembangannya, Dirkrimsus kemudian menangkap seorang petinggi perusahaan tersebut Frans Katihokang dan menetapkannya sebagai tersangka.

AKBP Ari Rahman Nafarin mengatakan perusahaan itu dijerat dengan dugaan kelalaian yang mengakibatkan kebakaran dengan mengacu pada Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Polisi menduga korporasi terlibat dalam kebakaran lahan seluas sekitar 400 hektare di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Sementara itu terhitung sejak Januari hingga Agustus 2015, Polda Riau yang merupakan bagian dari Satuan Tugas Penegakan Hukum Kebakaran Lahan dan Hutan Provinsi Riau mendalami keterlibatan 18 korporasi yang diduga membakar lahan yang tersebar di delapan kabupaten di Provinsi Riau.

Seluruh korporasi tersebut ditangani masing-masing Polres se-Riau. Polres Indragiri Hilir menyelidiki dua korporasi, Pelalawan dan Kampar masing-masing tiga korporasi, Rokan Hilir dua korporasi, dan Indragiri Hulu satu korporasi. Selanjutnya Bengkalis, Dumai dan Kuantan Singingi masing-masing satu korporasi, Siak masing-masing dua korporasi.

Informasi yang berhasil dihimpun Antara di Polda Riau, dari 18 perusahaan yang diduga terlibat pembakaran lahan paling banyak ditemukan di Pelalawan yakni PT Langgam Inti Hibrindo dengan luas lahan terbakar sekitar 533 hektare, PT Bukti Raya Pelalawan di Pelalawan 250 hektare, PT Parawira di Pelalawan 300 hektare dan KUD Bina Jaya Langgam di Pelalawan, dengan luas lahan terbakar 500 hektare.

Selanjutnya di Kabupaten Indragiri Hilir yakni PT Sumatera Riang Lestari dengan luas lahan terbakar sekitar 100 hektare dan PT Bina Duta Laksana dengan luas lahan terbakar sekitar 299,4 hektare.

Sementara itu di Kampar terdapat empat korporasi yakni PT Perawang Sukses Perkasa Industri dengan luas lahan terbakar 4,2 hektare, PT Siak Raya Timber dengan luas lahan terbakar 5,2 hektare, PT Riau Jaya Utama dengan luas lahan terbakar 10 hektare dan PT Hutani Sola Lestari dengan luas lahan terbakar 91,2 hektare.

Kemudian di Indragiri Hulu terdapat dua korporasi yakni PT Alam Sari Lestari di Inhu, dengan luas han terbakar sekitar 116 hektare dan PT Palm Kestari Makmur di Inhu 29 hektare.

Di Rokan Hilir terdapat dua korporasi yang diduga menghanguskan ribuan hektare lahan yakni PT Ruas Utama Jaya di Rimba Melintang dengan luas lahan terkabar 288 hektare dan PT Decter Timber Perkasa Industri di Rohil, dengan luas lahan terbakar 2.960 hektare.

PT PAN United di Bengkalis, dengan luas lahan terbakar 200 hektare, PT Wana Subur Sawit Indah di Kabupaten Siak dengan luas lahan terbakar 70 hektare, PT Suntara gajapati di Dumai, dengan luas lahan terbakar lima hektare dan PT Rimba Lazuardi di Kuantan Singingi dengan luas lahan terbakar 15 hektare diduga turut terlibat pembakaran lahan.(inilah/data2)

Check Also

Kualitas Udara Memburuk, Malaysia Mau Bikin Hujan Buatan Halau Asap dari Indonesia

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Malaysia berencana membuat hujan buatan menyusul kabut asap kebakaran hutan dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.