Polri Tak Ingin Ada Kesalahan Penetapan Status Tersangka

Istimewa
Iklan

JAKARTA, WOL – Berita tak sedap yang menyebutkan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) JA dan JB sebagai tersangka kasus korupsi di Bareskrim Polri terjawab sudah. Dua inisial nama itu bukanlah tersangka kasus korupsi sebagaimana pemberitaan sejumlah media.

Itu salah semua. Prinsip kami, track record (para capim itu), sudah kami sampaikan pada pansel (panitia seleksi). Saya serahkan sepenuhnya pada pansel untuk mempertimbangkan itu semua,” tandas Kapolri, Minggu (30/8).

Mengingat proses capim KPK masih berlangsung, karena hasilnya belum dilaporkan kepada Presiden, lanjut Badrodin, Polri menahan diri untuk tidak mengumumkan siapa capim KPK yang berstatus tersangka. Dia berharap awak media tidak menduga-duga siapa yang menjadi tersangka.

“Zalim itu kalau salah. Tapi kami juga tidak perlu merilis dulu siapa tersangkanya sampai selesai kegiatan pansel. Kalau kami rilis sekarang, nanti kami dituduh intervensi. Yang penting kami sudah sampaikan ke pansel (siapa tersangkanya),” ungkap Kapolri.

Sebelumnya Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengungkapkan, jika satu dari 48 capim KPK telah berstatus tersangka. Namun jenderal bintang tiga yang akrab disapa Buwas itu masih merahasiakan identitas tersangka dimaksud.

iklan

Anggota Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih menjelaskan bila capim KPK telah menjadi tersangka otomatis gugur dalam proses seleksi pimpinan komisi antirasuah ini.(inilah/data2)

Iklan