Penangguhan Penahanan Gatot Dijamin Keluarga

Okezone

JAKARTA, WOL – Tersangka kasus dugaan suap Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Gatot Pujo Nugroho dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (4/8). Namun gubernur Sumatera Utara itu dipastikan tidak hadir.

“Kondisi fisik dan psikologisnya masih kecapaian usai menjalani pemeriksaan secara sembilan jam, Senin (3/7) malam kemarin. Ia pun meminta untuk diberikan waktu istirahat,” kata kuasa hukum Gatot, Razman Arief Nasution kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta.

Gatot dikabarkan kelelahan akibat tidak bisa beristirahat selama di LP Cipinang. Selain tu, kondisi paikologisnya juga tertekan akibat status tersangkanya. Raszam mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penundaan pemeriksaan hari ini.

“Rencananya besok Rabu klien saya akan menjalani pemeriksaan pengganti sekitar pukul 10.00 pagi,” bebernya.

Ia pun juga berharap agar kasus-kasus lain yang menjerat kliennya seperti Bansos, BDB (Bantuan Daerah Bawahan), dan BDH (Bantuan Dana Hibah) agar segera diproses oleh KPK, bukan pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ataupun Kejaksaan Agung.

“Karena ini satu alur dengan kasus PTUN. Karena menurut kami, itu akan mempermudah proses penyidikan sampai proses persidangan,” tambahnya.

Rencananya hari ini Razman ingin bertemu dengan pimpinan KPK untuk mengajukan penangguhan penahanan Gatot. Dengan alasan, saat ini jabatan gubernur Sumut yang disandang Gatot menuntutnya untuk tetap bekerja.

“Nanti anak dan sanak saudaranya yang akan menjadi penjamin,” tegasnya.

Usai menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka kasus suap hakim PTUN Medan, Gatot dan istri mudanya, Evy Susanti langsung dijebloskan ke tahanan oleh KPK. Keduanya ditahan di tempat berbeda, Gatot di Rutan Cipinang sementara Evy di Rutan KPK. (rmol)