_
Home / Warta / Politik / PAN Akan Laporkan KPU Surabaya
viva.id

PAN Akan Laporkan KPU Surabaya

JAKARTA, WOL – Partai Amanat Nasional (PAN) merasa keberatan dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya yang mendiskualifikasi pasangan calon Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid (koalisi Demokrat-PAN).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan, pihaknya akan mengadukan KPU Kota Surabaya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP) atas keputusan KPU Surabaya tersebut.

“PAN akan melaporkan KPU Surabaya ke DKPP dan Bawaslu RI Dalam keputusan KPU Surabaya menyatakan pasangan Rasiyo – Abror yang diusung PAN dan Partai Demokrat dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” ujar Viva dalam keterangan persnya, Minggu (30/8) malam.

Dia menjelaskan, keputusan KPU Surabaya yang tak meloloskan pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid sangat tidak beralasan.

Pasalnya jika yang menjadi dasar adalah surat keputusan (SK) penetapan pasangan calon yang dianggap palsu, maka hal itu kesalahan dari KPU Surabaya.

“Hal itu terjadi karena SK DPP asli tidak diserahkan ke KPU Surabaya oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Makanya DPP PAN mengeluarkan SK baru yang ditandatangani ketua umum dan sekjen PAN,” jelasnya.

Viva mengatakan, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan verifikasi faktual terkait adanya dua SK pencalonan terhadap pasangan yang diusung oleh PAN dan Partai Demokrat.

“KPU tidak usah memakai metode uji forensik surat karena Bang Zul menyediakan waktu hadir jika memang diperlukan. Apakah hal itu masih belum cukup bagi KPU Surabaya untuk menjelaskan tentang keaslian SK DPP PAN di pilkada Surabaya dan kesungguhan bang Zul dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia melalui pilkada?,” katanya.

Sebelumnya, Rapat pleno KPU Surabaya memutuskan, pasangan calon Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid (koalisi Demokrat-PAN) tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, hanya satu calon yang lolos seleksi yakni Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana.

Alasan KPU Surabaya tak meloloskan pasangan Rasiyo-Abror didasari beberapa hal. Pertama yakni surat rekomendasi PAN untuk Rasiyo – Abror hasil scaning yang dibawa saat pendaftaran 11 Agustus 2015, tidak identik atau berbeda dengan surat rekomendasi asli yang diserahkan pada saat penyempurnaan dokumen 19 Agustus 2015.

Sejumlah masalah ditemukan di antaranya nomor surat, penulisan angka nomor surat, dan nomor seri angka materai, semua berbeda antara rekomendasi hasil scaning dan rekomendasi asli yang disusulkan ke KPU.

Selain bermasalah pada syarat pencalonan, syarat lain terkait calon juga bermasalah. Bakal calon wakil wali kota Abror juga tidak memenuhi syarat.

“Pak Abror tak menyertakan surat keterangan bahwa dirinya tak mempunyai tanggungan pajak. Kami sudah klarifikasi ke kantor Pajak. Untuk dokumen Rasiyo, semua lengkap,” kata Robiyan.

Calon wakil wali kota yang sebelumnya calon wali kota di partai koalisi yang sama tidak menyerahkan surat keterangan memiliki tanggung pajak. (inilah/data1/data1)

Check Also

Jadi Google Doodle, Ini Sosok Ani Idrus Tokoh Pers dari Medan

Waspada.co.id – Google Doodle hari ini menampilkan gambar sosok perempuan berlatar belakang lembaran koran. Ia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.