_
Home / Fokus Redaksi / Gatot Ditahan, Syamsul: Bagai Mimpi di Siang Bolong

Gatot Ditahan, Syamsul: Bagai Mimpi di Siang Bolong

MEDAN, WOL –  Mantan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin mengaku, kabar penahanan Gatot Pujo Nugroho pada Senin (3/8) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, seperti mimpi di siang bolong. Gatot yang dahulu menjadi Wagubsu di masa kepemimpinan Syamsul ini, menurut penilaiannya seorang yang alim.

Syamsul yang sedang menjalani pengobatan di Penang, Malaysia melalui telepon selulernya kepada Waspada Online  mengaku sangat prihatin dengan nasib yang saat ini dialami oleh Gatot Pujo Nugroho. “Aku merasa bagai mimpi di siang bolong mendengar kabar ini. Aku tak menduga kalau Gatot yang terkenal baik, alim, ustad yang selalu ceramah ke mana-mana dan rajin beribadah bisa ditahan oleh KPK,” ujar Syamsul.

Dengan penahanan Gatot saat ini, Syamsul meminta masyarakat Sumut tetap tenang. Terutama roda pemerintahan di Sumut harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Tengku Erry harus bisa menjalan roda pemerintahan dengan baik walaupun saat ini Gatot sedang ditahan dan  saya berharap Gatot sendiri bisa sabar menghadapi cobaan ini, ” kata Syamsul.

Diketahui, setelah diperiksa secara intensif selama delapan jam oleh Penyidik KPK, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evy Susanti langsung ditahan. Sekira pukul 21.10 WIB, Gatot tampak keluar dari gedung KPK dengan menggunakan rompi oranye dan langsung memasuki mobil tahanan. Disusul istrinya Evy yang juga mengenakan rompi berwarna yang sama.

Diketahui, Gatot ditahan di Rutan Cipinang, dan Evy ditahan di Rutan KPK. Melalui kuasa hukumya Razman Arif Nasution dihadapan awak media menyebutkan penahanan Gatot Pujo Nugroho dalam hal ini belum akan mengajukan praperadilan.

“Pak Gatot akan ditahan di Rutan Cipinang. Bu Evy ditahan di Rutan KPK. Kami belum akan mengajukan praperadilan. Pak Gatot dan Bu Evy sampai hari ini kooperatif menjalankan proses hukum di KPK,” kata Razman.

Razman juga menjelaskan penahanan ini terkait kasus suap PTUN Medan. “Namun kami mendorong agar kasus Bansos dan BDB juga ditangani oleh KPK, bukan oleh Kejagung. Ini agar lebih memudahkan proses hukumnya,” jelasnya.

Atas penahanan ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dibebastugaskan dari jabatannya sebagai kepala daerah supaya fokus pada kasus dugaan suap yang mengakibatkan dia ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

“Berdasarkan Undang-undang (Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah), kalau pada posisi tersangka memang dia masih menjabat sebagai Gubernur.  Ketika dia ditahan, itu dibebastugaskan supaya konsentrasi pada kasusnya,” kata Mendagri di Jakarta, Senin (3/8).

Meskipun berada di balik jeruji besi tahanan, Gatot masih berhak mendapatkan gaji dan tunjangan sebagai kepala daerah meskipun tidak lagi dapat menjalankan tugas, wewenang dan kewajibannya sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dijelaskan bahwa kepala daerah yang sedang menjalani masa tahanan dilarang melaksanakan tugas dan kewenangannya seperti memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan, menyusun rancangan perda, dan menetapkan perda.

Ketika berkas perkara Gatot nanti memasuki tahap persidangan, maka Menteri Dalam Negeri akan memberhentikan sementara Gatot dari jabatannya sebagai Gubernur. “Kalau misalnya dia mengikuti persidangan, supaya konsentrasi pada kasusnya, itu baru diberhentikan sementara sambil menunggu putusan pengadilan,” jelas Tjahjo.(wol/rdn/data1)

Editor: AGUS UTAMA

Check Also

Edy Motivasi Siswa SMAN 1 Pangururan Berprestasi Dengan Akhlaq

SAMOSIR, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di Sekolah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.