Gatot dan Istri Ajukan Penangguhan Penahanan

merdeka.com
Agregasi
Agregasi

 

JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan sang istri, Evy Susanti mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Besok kami akan mengajukan surat kepada pimpinan KPK untuk mengabulkan penangguhan penahanan,” ujar Razman Arif Nasution, kuasa hukum Gatot dan Evy, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).

Razman mengatakan pihaknya sudah sangat kooperatif dengan KPK. Sehingga harapannya penangguhan penahanan ini bisa dikabulkan.

Disinggung soal alasan pengajuan penangguhan penahanan, Razman berujar keluarga dari Gatot dan Evy-lah yang menjadi alasannya.

“Kan ada anaknya, kemudian ada juga keluarganya yang lain, nah nanti itu menjadi jaminan,” jelasnya.

Selain itu, Razman hari ini juga akan menyerahkan surat Evy yang ditujukan kepada OC Kaligis. “Saya hari ini akan menyerahkan surat itu, surat yang dari Evy,” katanya.

Seperti diketahui, KPK telah resmi menahan Gatot dan Evy pada Senin 3 Agutus 2015. Keduanya ditahan usai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Majelis Hakim dan Panitera di PTUN Medan. Gubernur Gatot ditahan di Rutan Cipinang, sedangkan istrinya, Evy ditahan di Rutan KPK.