_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Dirut Pelindo II Dinilai Tidak Patuhi Hukum
Istimewa

Dirut Pelindo II Dinilai Tidak Patuhi Hukum

JAKARTA, WOL – Langkah Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost Lino mengecam Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengundurkan diri atas penggeledahan kantornya dinilai suatu tindakan yang tidak patuh terhadap hukum.

Demikian disampaikan oleh Kuasa Hukum Serikat Pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Malik Bawazier dalam pesan singkatnya Jakarta, Minggu (30/8) malam.

“Siapapun di Republik ini wajib mendukung proses penegakan hukum pemberantasan tindak pidana korupsi tersebut dan sekaligus mendukung nawacita Presiden Jokowi demi kemakmuran bangsa dan rakyat,” kata Malik.

Pengacara kondang itu meminta pada RJ Lino mengikuti semua proses hukum. Sebab, kata dia, sebagai warga negara yang baik memiliki kewajiban untuk patuh kepada hukum, bukan bertindak sesuka hatinya.

“Tidak bisa ada satupun orang yang bisa kebal hukum di NKRI!” kata dia menegaskan.

Sebelumnya, Malik mengkritisi sikap RJ Lino yang mengecam Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas penggeledahan yang dilakukan penyidik Bareskrim Mabes Polri dinilai tidak patut.

“Sangat tidak pantas apabila RJL (RJ Lino) dalam kapasitasnya sebatas hanya sebagai Dirut Pelindo II yang notabene merupakan pelayan publik bisa coba-coba mengecam Presiden Kepala Negara yang kami cintai,” kata Malik.

Menurut dia, penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik Bareskrim terkait dugaan kasus korupsi pengadaan 10 unin Mobil Crane sudah tepat. Bukan malah mengacam seorang presiden seperti demikian.

“Penyidik Bareskrim dalam pimpinan Kabareskrim adalah satgas penyidik yang sangat capable dan professional,” ujar dia.

Terlebih, kata dia, kasus dugaan korupsi ini sudah masuk dalam penyidikan. Dengan itu, dia meyakini pihak kepolisian sudah memiliki bukti yang cukup untuk membuka penyidikan kasus ini.

Diketahui, sebelumnya penyidik Bareskrim melakukan penggeledahan di kantor Dirut PT Pelindo II RJ Lino. Rupanya Lina merasa tak terima kantornya digeledah oleh polisi. Dia pun melapor kepada Kepala Bappenas Sofyan Djalil setelah kantornya di geledah.

Lino melapor ke Sofyan melalui sambungan telepon. Dalam pembicaan itu, Lino memang merasa sangat tidak terima. Bahkan Lino memonta Sofyan melaporkan ke Presiden Jokowi menyelesaikan persoalan ini. Apabila tidak, dia mengancam akan mengundurkan diri dari jabatannya. (inilah/data1)

Check Also

Waspada Group Buka Peluang Trofi

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Waspada Group memetik kemenangan penting di laga keduanya pada turnamen basket ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.