Anak Infeksi Paru, Yusnia Terancam Diusir Pemilik Kontrakan

WOL Photo/Mrz

MEDAN, WOL – Sedih benar nasib yang dialami Yusnia (49), warga Jalan Bajak V gang Sejahtera Wongso, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas ini. Penderitaan yang ia alami tak kunjung berakhir. Pasca ditinggal sang suami, anak kesayangan pun di diagnosa infeksi paru. Lebih parahnya lagi, Yusnia yang kesehariannya bekerja sebagai buruh cucian ini terancam di usir pemilik rumah kontrakan yang ia sewa setahun lalu.

“Saya nggak sanggup membayar kontrakannya lagi, karena uang saya selama ini saya pakai buat berobat anak,” ungkapnya sambil menitikkan air mata, Jumat (14/8).

Dalam kondisi hati yang kacau, Yusnia menceritakan sedikit kepiluannya kepada sejumlah awak media yang datang untuk mendengarkan keluh kesahnya.

Yusnia sudah menjadi orang tua tunggal setelah suaminya meninggalkan mereka. Ia pun harus banting tulang mencukupi kebutuhan 3 orang anaknya, Sri Putri (11) yang menderita kelainan jantung dan infeksi paru, serta 2 orang adiknya Anjani (9) dan Imam (6).

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan perobatan Sri Putri, Yusnia bekerja siang dan malam. Tak jarang, apapun jenis pekerjaan ia lakoni demi mencari biaya perobatan sang buah hati.

“Hasilnya nggak seberapa, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari aja susah. Makanya untuk membayar kontrakan ini dah nggak sanggup, hari Sabtu ini kami harus keluar. Saya nggak tau kemana,” urainya yang terus mengeluarkan air mata dan berharap ada pihak yang mau membantu.

Tahun-tahun sebelumnya, wanita paruh baya ini mengaku masih sanggup membayar kontrakan sebesar Rp7 juta per bulan. Karena kala itu, sang suami masih bersamanya memperjuangkan hidup. Namun saat ini, ia mengaku kesulitan mencari uang dan berharap ada bantuan dari pihak lain yang tidak mengikat. (wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN