_
Home / Sumut / Kriminal Meningkat, Kinerja Kapolsek Percut Harus Dievaluasi
WOL Photo/Lihavez

Kriminal Meningkat, Kinerja Kapolsek Percut Harus Dievaluasi

MEDAN, WOL – Sejak kepemimpinan Kapolsek Percut Seituan yang baru, Kompol Rudi Silaen, SH SiK, semakin meningkatnya kriminalitas di wilayah hukumnya.

Berapa pengamat hukum ataupun praktisi hukum menganggap kepemimpinan Kapolsek Percut Sei Tuan yang baru ini dianggap gagal. Pasalnya, beberapa bulan berjalan, di bawah pimpinan, Rudi Silaen selaku Kapolsek Percut, semakin meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan seringnya aksi perampokan, penjambretan serta curanmor merajalela dikawasan tersebut.
Bahkan, aksi kejahatan jalanan pada umumnya itu terjadi secara berulang-ulang di beberapa titik rawan. Hal tersebut semakin menghilangkan citra positif di kalangan masyarakat kepada polisi. Ditambah lagi, banyaknya penuntasan masalah laporan dari masyarakat yang tak dapat terselesaikan.

“Saya rasa kinerja Kapolsek harus dievaluasi. Dan apabila merasa tidak sanggup, seharusnya kepemimpinan itu harus diberikan kepada orang lain. Buktinya, sejak dilantik dari Kapolsek yang lama, Rudi Silaen seolah tak mampu meminimalisir tingkat kejahatan. Hal itu terbukti dari banyaknya tindakkan kejahatan yang terjadi. Anehnya lagi, kejahatan itu dilakukan di tempat atau di titik yang sama dan secara berulang-ulang,” ungkap, pengamat hukum, DR. Alfi Sahri, SH MHum saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (30/7).

Pengungkapan itu dikatakan Alfi, lantaran melihat dari media massa terkait banyaknya pemberitaan serta laporan masyarakat mengenai tindakan kejahatan di wilayah Medan, termaksud Polsek Percut Sei Tuan.

Seperti diketahui, perampokan yang menimpa, Abu Rizal Hasibuan (20) warga Jalan Sukamaju, Pasar 7 Tembung, Desa Bandar Klippah yang merupakan anak wartawan harian terbitan Medan. Pria lajang itu dirampok 16 anggota begal yang berboncengan 8 sepeda motor saat melintas di Jalan Pasar 5 Tembung, Percut Sei Tuan, pada Rabu (8/7) lalu.

Bahkan, saat mempertahankan sepeda motornya yang berhasil dirampok pelaku, korban sempat terluka, akibat disayat senjata tajam oleh para pelaku. Kasus tersebut sampai sekarang belum terungkap.

“Sampai sekarang, pelaku perampokan anak saya belum dapat ditangkap. Sudah hampir sebulan, kejadiannya. Malah makin banyak korban sesudah saya yang datang melapor ke polsek ataupun tidak melapor,” ungkap orang tua korban, M Solihan Hsb, yang dikonfirmasi wartawan Rabu (28/7) sore, sembari menunjukan bukti Laporan Polisi Nomor: STTPL/2056/VII/2015/Percut.

Belum lagi, aksi perampokan Alfamart di Jalan Besar Tembung, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan. Aksi itu juga terjadi dimasa jabatan Kapolsek yang baru dan terjadi dipagi hari pada, Jum’at (3/7) jam 10.00 pagi lalu.

Saat itu, para pengunjung ramai dan para pekerja sibuk melayani pembeli serta beberapa berjaga di kasir. Tiba-tiba dua  pria mengenakan helm masuk dan menodongkan senjata api serta golok ke arah penjaga kasir. Para pelaku saat itu, berhasil menggasak uang dari kasir Rp2 juta dan langsung kabur mengendarai sepeda motor.

Bahkan pengungkapan kasus besar, seperti pembunuhan yang terjadi di Jalan Kapten Batu Sihombing, Pasar IV Blok A4, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Senin (8/6) lalu, pelakunya belum ditangkap. Dimana korbannya bernama, Frans Antoni alisa Dino (27) warga Jalan Lapangan, Gang Namnam, No.5, Dusun VI, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Padahal, pelaku pembunuh pria bertato yang berprofesi sebagai supir angkot itu, sudah terungkap dan diketahui pelakunya yang tak lain adalah, adik kandunya sendiri, Edi (25) dan adik ipar korban, David (24). Namun, hingga hampir 2 bulan, pelaku belum juga ditangkap.

Mudahnya pelaku melarikan diri, tak lepas dari kelemahan Polsek Percut sendiri yang mengaku kalau, pelaku telah kabur keluar Kota dan ada unsur dibantu oleh pihak keluarga sehingga polisi susah menangkapnya. Seperti yang pernah diutarakan Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Rudi Silaen beberapa waktu lalu.

“Kasusnya sudah terungkap, tinggal lagi, belum kita tangkap lantaran pelakunya sudah lari keluar Kota. Kuat dugaan, orang tua korban sendiri mengetahui adanya perencanaan itu, namun, yang diketahui orang tuanya tidak sampai ke pembunuhan. Makanya, mereka sekarang sudah pindah rumah dari situ,” kata Rudi Silaen saat itu.

Menurunnya, kinerja personil Polsek Percut, menurut peraktisi hukum, Alfi,   tak lepas dari pelaksanaan program yang seharusnya diberikan Kapolresta Medan, yang juga baru dilantik, Kombes Pol Mardiaz Husin Dwihananto, Sik Mhum. Namun sayangnya, banyak masyarakat yang tak tau apa gebrakan Kapolres dalam kepemimpinannya yang baru. Sehingga menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat yang memang butuh seperti yang dislogankan Polri, yaitu, sebagai ‘pelindung, pengayom dan pelayan’ bagi masyarakat.

“Polresta Medan, sampai sekarang ini, gak ada programnya yang kita ketahui. Soalnya Kapolda, Irjen Pol. Drs. Eko Hadisutejo ada, yaitu, power in hend dan akuntabilitas. Sementara, Kapolres yang saya tau belum ada, apalagi ke Polsek-polsek. Gimana mau dihimbau ke Kapolsek-kapolsek. Apalagi Polsek Percut, asik alasannya wilayah yang luas dan sedikitnya personil yang jadi kendala,” cetus dosen Pasca Sarjana ini.

Selain membeberkan tingkat kriminalitas yang meningkat, Alfi juga menuturkan banyaknya kecurangan polisi terkhusus Polsek Percut yang jadi perhatian, mengenai penangguhan tersangka yang banyak mengecewakan masyarakat. Pasalnya, prilaku itu dianggap bukan membina apalagi tak menghilangkan efek jera bagi pelaku.

Seperti kasus 3C (Curanmor, Curas, dan Curat) yang memang sudah atensi dari Kapolresta yang lama, Kombes Pol, Niko Afinta. Baik proses pencegahannya maupun proses hukumnya apabila berhasil ditangkap, tak bisa dilepas dan apabila melawan, boleh dilakukan tindakan terarah dan terukur yaitu dengan penembakan.

Namun, program itu seakan terhenti. Buktinya, banyak pelaku 3C ataupun beberapa kasus yang. Tersangkanya berhasil ditangkap dari tangan masyarakat saat beraksi, bahkan dapat dilepas di Polsek Percut. Seperti yang terjadi, pada tersangka penggelapan kereta berinisial, Mis alias Bundes warga Desa Saentis, Percut Sei Tuan, yang dilepaskan Polesk Percut pada, Rabu (22/7) malam.

Mirisnya, dilepaskannya tersangka oleh polisi, tanpa adanya persetujuan ataupun perdamaian pihak Bundes terhadap korbannya, Joko yang juga masih bertetangga dengan tersangka yang harus gigit jari kehilangan kreta Yamaha Vega ZR warna hitam BK 2701 NAF. Ironisnya, usai dibebaskan polisi, korban mengaku terancam karena pelaku bebas dan sempat mendatangi korban dengan mengancamnya.

Selain itu, adalagi tersangka, penganiayaan terhadap calon istrinya, yang juga diamankan pihak keluarga. Namun, setelah upaya damai, tersangka yang diketahui bernama, Eko Saputra, warga Krakatau, Medan Barat, dibebaskan dari sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, dengan alasan korbannya, Reva, warga Jalan Cemara, sudah berdamai.

“Hukum pidana itu kan ada ukuran, termaksud hukum pidana. Dari kepolisian sendiri, seharusnya prepentif dan semua itu ada mekanisme. SP3 (penghentian penyelidikan) harus ada unsur objektif dan subjectif. Terus ada mekanisme dan pertanggungjawaban atau akuntabilitas. Jadi gak bisa juga semena-mena, walau hak penangguhan ditangan polisi,” jelasnya.

Dikatakannya lagi seharusnya polisi melihat juga, Tersangka itu, koorporatif atau tidak? Tindanakan polisian itu harus bisa dipertanggungjawabkan, harus ada ukurannya, dan apa yang dijadikannya dasar? Seperti pertangungjawabanya internal dan eksternal yaitu kepada korban.

“Secepatnyalah dilakukan pembenahaan kinerja, jadi Kapolseknya harus proakti kepada anggotanya, dan penciptaan Harkamtibnas kepada setiap anggota terealisasi dan terlaksana dengan baik. Jadi program yang dibuat Kapolres dan Kapolsek itu jelas dan itu harus masyarakat tau. Hingga masyarakat merasa aman. Jangan hanya bisa duduk manis dikursi aja,”terangnya sembari mengharapkan Kapolresta harus peka terhadap kejahatan. (wol/lvz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pembangunan Jalur KA Rantau Parapat – Kota Pinang Capai 90 Persen

MEDAN, Waspada.co.id – Menjadi target salah satu proyek strategis nasional, pembangunan jalur kereta api antara ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.