Jangan Cari ‘Kambing Hitam’ Jatuhnya Hercules

Istimewa

MEDAN, WOL – Komisi A DPRD Sumatera Utara akan mengajak Komnas HAM serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk memberikan perlindungan kepada pemilik Joy FM jika TNI AU terbukti mencari, menginterogasi, ataupun tindakan lainnya terhadap pemilik radio. Namun belum diketahui pasti siapa sebenarnya pemilik radio tersebut.

Hal ini disampaikan anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan, terkait upaya Kepala Satuan Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Agus Supriatna yang terkesan melimpahkan kesalahan atas keberadaan tower radio itu.

“Tidak ada urusan TNI AU mencari pemilik antena radio Joy FM. Kalau ada pelanggaran hukum terkait antena radio tersebut, biar polisi yang mengusut dan mencarinya,” tegasnya, Rabu (8/7).

Ia juga meminta TNI Angkatan Udara untuk tidak membuat bias persoalan atas jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Jalan Jamin Ginting Medan beberapa waktu lalu. Sejak awal, politisi PDI Perjuangan ini telah meminta agar pihak TNI AU secara jujur dan terbuka serta bersedia melibatkan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, Kementerian Perhubungan, pihak kepolisian, dan independen dalam menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat pengangkut logistik militer itu.

Oleh karena itu, ia berharap TNI AU tidak melempar kesalahan dan tanggung jawab kepada orang lain. “TNI AU perlu jujur agar dapat dipercaya publik,” katanya.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Agus Supriatna, menduga Hercules C-130B jatuh lantaran menabrak antena radio di Medan, Sumatera Utara. Mabes TNI AU pun sedang memburu pemilik antena radio untuk dimintai keterangan.

“Belum ketemu (pemilik antena), kabur,” kata Agus usai Buka Puasa Bersama Presiden Joko Widodo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (7/7) kemarin.

Menurut dia, dari hasil investigasi sementara, Hercules tersebut mengalami mati mesin nomor empat. Pilot kemudian terbang rendah. Dia membantah bila pesawat jatuh lantaran membawa beban berlebihan.

“Ternyata di situ ada antena yang tingginya lebih dari 105 kaki. Akhirnya dia lari ke kanan tabrak kubah, lalu nabrak ruko itu,”  kata dia.

Agus menambahkan, proses investigasi masih terus dijalankan TNI AU. Dia memastikan, matra udara bisa mandiri menjalankan investigasi tersebut. “Kita enggak butuh pihak luar, kita semua sudah punya ahli-ahlinya. Dari situ saja nanti kita bisa analisa,” ujar dia.

Hasil penyelidikan sementara atas penyebab kecelakaan pesawat C-130 Hercules bernomor lambung A-1310, yang jatuh pada Selasa, 30 Juni 2015, di Medan, Sumatera Utara sudah diumumkan TNI AU. Pesawat itu diduga jatuh karena menabrak antena radio yang berjarak 3.200 meter dari landasan pacu. (wol/cza)

Editor: AGUS UTAMA