_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Inilah Peserta Program Pensiun Sesuai PP 45
Kontan

Inilah Peserta Program Pensiun Sesuai PP 45

JAKARTA, WOL – Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 41 ayat (8) dan Pasal 42 ayat (2) Undang-Undang tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Presiden Joko Widodo pada tanggal 30 Juni 2015 telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.

Menurut PP ini, peserta Program Jaminan Pensiun terdiri atas pekerja yang bekerja pada Pemberi Kerja penyelenggara negaradan pekerja yang bekerja pada pemberi kerja selain penyelenggara negara.

“Kepesertaan pada program Jaminan Pensiun mulai berlaku sejak Pekerja terdaftar dan Iuran pertama telah dibayarkan dan disetor oleh Pemberi Kerja selain penyelenggara negara kepada BPJS Ketenagakerjaan, yang dibuktikan dengan adanya tanda bukti pembayaran dari BPJS Ketenagakerjaan,” bunyi Pasal 3 ayat (1,2) PP tersebut.

Kepesertaan Jaminan Pensiun berakhir pada saat peserta meninggal dunia atau mencapai usia pensiun dan menerima akumulasi Iuran beserta hasil pengembangannya secara sekaligus.

PP ini menegaskan, Pemberi Kerja selain penyelenggara negara wajib mendaftarkan seluruh Pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan sebagai Peserta, paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal Pekerja tersebut mulai bekerja.

Dalam hal Pemberi Kerja selain penyelenggara negara nyata-nyata lain tidak mendaftarkan Pekerjanya, Pekerja berhak mendaftarkan dirinya sendiri dalam Jaminan Pensiun kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Dalam hal Pekerja belum terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan, Pemberi Kerja selain penyelenggara negara wajib bertanggung jawab pada Pekerjanya dengan memberikan Manfaat Pensiun sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini,” bunyi Pasal 6 PP Nomor 45 Tahun 2015 itu.

Menurut PP ini, Penerima Manfaat Pensiun terdiri atas  peserta,  1 (satu) orang istri atau suami yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan paling banyak 2 (dua) orang Anak atau  1 (satu) orang tua.

Sementara Usia Pensiun, menurut PP ini, untuk pertama kali ditetapkan 56 (lima puluh enam) tahun. Namun mulai 1 Januari 2019, Usia Pensiun menjadi 57 (lima puluh tujuh) tahun. “Usia Pensiun sebagaimana dimaksud, selanjutnya bertambah 1 (satu) tahun untuk setiap 3 (tiga) tahun berikutnya sampai mencapai Usia Pensiun 65 (enam puluh lima) tahun,” bunyi Pasal 15 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 itu. (hls)

Check Also

Layanan “Pick Me Up” BPJS Ketenagakerjaan Permudah Masyarakat

MEDAN, Waspada.co.id – Pick me up Services BPJS Ketenagakerjaan mempermudah layanan pengurusan klaim para peserta ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.