_
Home / Sports / Nasional / Loyalitas Klub Mulai Goyah
Antara

Loyalitas Klub Mulai Goyah

JAKARTA, WOL – Loyalitas klub peserta ISL (QNB League) kepada PSSI mulai goyah. Mereka kini mulai terbelah dengan membuat blok sendiri-sendiri. Ada yang tetap setia mengikuti seluruh arahan PSSI, tidak sedikit pula yang mulai menentukan nasib sendiri dengan membuat pertemuan supaya bisa cepat kembali berkompetisi meski di bawah Kemenpora.

Pusamania Borneo FC menjadi pelopor kubu Kemenpora. Setelah Senin lalu menemui pihak Kemenpora, sehari kemudian atau Selasa (5/5), mereka bertolak ke Bandung untuk menggelar pertemuan dengan sesama klub yang sejalan.

Manajer Pusamania Borneo FC, Tomy Ermanto, menyatakan bahwa kebijakan PSSI menghentikan kompetisi membuat klub sakit hati. Dia menyebut timnya sudah mengeluarkan dana antara Rp7-8 miliar untuk menghidupi klub. Namun uang sebanyak itu menguap begitu saja.

“PSSI ngawur menghentikan kompetisi sampai selesai di semua level, mestinya mereka koordinasi dulu dengan kami para klub dan proaktif kepada pemerintah. Kini kami bergerak menentukan nasib sendiri dalam pertemuan di Bandung,” kata Tomy.

Pihaknya tak menolak jika Kemenpora menawari kompetisi di luar PSSI. Sebab selama ini PSSI diklaim kurang transparan terkait pendapatan PT Liga Indonesia dalam memutar kompetisi. Namun, dukungan kepada Kemenpora ini tidak asal.

Jika Kemenpora bisa menjamin pendanaan kompetisi, perangkat pertandingan, Komisi Disiplin, Komisi Banding, dan memperjelas hak dan kewajiban klub, Tomy mengklaim tidak hanya Pusamania Borneo FC yang akan ikut kompetisi di bawah kendali pemerintah.

“Jika proposal Kemenpora oke, kami akan ikut dan saya kira banyak juga yang ikut karena kami butuh kompetisi sebagai konsekuensi setelah terima uang dari sponsor.

Jika tidak sesuai ya berhenti sekalian daripada babak belur. Karena itu, kami mendesak Kemenpora untuk segera membentuk operator kompetisi, juga memperjelas apa-apa yang didapat klub jika berkompetisi dengan mereka. Misal, jika selama ini dengan PSSI mendapat kontribusi komersial Rp2 miliar dengan Kemenpora berapa,” uraianya. (wol/vivabola/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Komisi X Sebut Tugas Hanif Dhakiri Tak Berat Jadi Plt Menpora

  JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyebut tugas Hanif Dhakiri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.