Kreativitas Pekerja Seni Tidak Identik Narkoba

BNNK Langsa

LANGSA, WOL – Narkoba bukan sesuatu yang penting bagi seniman. Hasil kreativitas pekerja seni tidak ada campur tangan dengan atau sangkut paut dengan narkoba. Jadi, seniman tidak identik dengan narkoba.

Demikian ditegaskan Benjamin S, salah seorang pekerja seni Kota Langsa dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa baru-baru ini. Benjamin menilai selama ini banyak pihak selalu menyebutkan dunia seni lekat dengan narkoba. Padahal, tidak semua pekerja seni melakukan aktivitas tersebut.

“Seni ini merupakan hasil kreativitas yang luar biasa dan narkoba adalah kejahatan luar biasa pula. Jadi tidak mungkin hasil kreativitas luar biasa ini melakukan kejahatan luar biasa,” ucap pria yang disapa bang Ucok ini.

Hanya saja, persoalan yang kini dihadapi para pekerja seni di Kota Langsa adalah kesempatan menyalurkan kreativitas tersebut. Pemko setempat membatasi kehidupan para seniman dalam beraktivitas seni dan hiburan karena label daerah syariat Islam.

“Bahwa kami melakukan kegiatan seni seolah-olah menjadi pekerjaan yang paling dimusuhi, paling ditakuti daripada narkoba. Seharusnya yang jahat itu jangan dimusuhi, tetapi dirangkul,” jelasnya.

Benjamin menyampaikan, bagi para pekerja seni dengan membatasi kreativitas maka memungkinkan terjadinya hal-hal lain seperti menggunakan narkoba atau kejahatan lainnya berpeluang lebih besar. Karena, dengan melakukan aktivitas seni maka bakat dan minat menjadi tersalurkan.

“Sekarang ini banyak kalangan muda yang tidak bisa menyalurkan kreativitasnya. Kami berharap BNN bisa mendukung pekerja seni. Sebab, melalui aktivitas kami ini bisa membantu dalam pesan pesan pencegahan kepada masyarakat yang lebih luas,” tambah Yongki, pekerja seni lainnya.

Kepala BNN Kota Langsa, AKBP Navri Yulenny SH MH, mengharapkan dukungan para pekerja seni membantu memberi informasi kepada masyarakat yang lebih luas untuk menolak penggunaan narkoba. Selain itu juga mengkampanyekan gerakan rehabilitasi sebagai upaya penyelamatan bagi para pecandu narkoba.

Navri mengakui kreativitas seni yang dihasilkan dapat menghindari para kawula muda dari penggunaan narkoba. Namun, tidak jarang pula yang masih terjerumus mengonsumsi narkoba sebagai dukungan aktivitas seni tersebut.

“Untuk itu, ke depan kita berharap dari pertemuan ini nantinya para pekerja seni dapat membantu menginformasikan para pekerja seni lainnya agar tidak sampai terjerumus narkoba. Selain itu, bagi mereka yang sudah terlibat untuk diberikan pelayanan rehabilitasi,” tutup Navri.(wol/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL