Stroke, kini incar usia muda

Ilustrasi

WOL – STROKE, seperti halnya penyakit lainnya memang sangat menakutkan. Karena, penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja.

Bahkan, jika pola hidup yang dijalani seseorang tak sehat, penyakit stroke akan dengan cepat diderita, meski usia masih muda.

“Jika pola hidup yang kurang baik, remaja berusia 15 tahun pun bisa mengalami stroke,” kata Spesialis Radiologi Intervensi, Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad (K) saat ditemui di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).

Meski begitu, dokter lulusan Universitas Indonesia yang juga sering mengikuti Simposium Interventional Radiology di Singapura, Jepang, Austria hingga AS ini juga  menjelaskan bahwa ada usia tertentu yang bisa membuat orang rentan mengalami penyakit ini. Dan rata-rata, di usia ini, baik pria maupun wanita rentan terserang stroke.

“Usia yang rentan terkena stroke itu di atas 50 tahun, baik pria maupun wanita rentan mengalami sakit ini,” katanya lagi.

Ia pun menjelaskan, stroke ada dua jenis, yakni iskemik yang merupakan sumbatan (lemak) secara total. Dan yang kedua, hemoragik, yakni perdarahan yang tidak terdapat sumbatan, namun pembuluh darah pecah.

Untuk itu, perlu diwaspadai gejala yang bisa menyebabkan penyakit ini. Dan perlu pula diketahui, penyebab stroke, 85 persennya diakibatkan gumpalan yang memblokir arteri, sehingga darah beralih ke otak. Jenis ini disebut stroke iskemik. Adapula stroke hemoragik, yang disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak.

Berikut cara mencegah penyakit Stroke

Adapun, untuk menghindari stroke seseorang bisa melakukan tindakan pencegahan termasuk membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat. Berikut adalah 10 langkah yang dapat Anda lakukan guna menghindarkan diri dari serangan stroke.

1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok
Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.

2. Periksakan tensi darah secara rutin
Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur.

3. Kendalikan penyakit jantung
Kalau Anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.

4. Atasi dan kendalikan stres dan depresi
Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang.

5. Makanlah dengan sehat
Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali, namun penting artinya bila Anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari. Hindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat mengendalikan lemak dalam darah.

Dengan mengenali tentang gejala dan penyebab serta resiko stroke, diharapkan kita semua lebih waspada dan hati-hati dengan selalu menjaga kesehatan. Semoga bermanfaat.

6. Kurangi garam
Karena garam akan mengikatkan tekanan darah.

7. Pantau berat badan Anda
Memiliki badan gemuk atau obes akan meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke.

8. Berolahraga dan aktif
Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu Anda menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.

9. Kurangi alkohol
Meminum alkohol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena itu menguranginya berarti menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi.

10. Mencari Informasi
Dengan mengikuti perkembangan informasi tentang kesehatan, banyak hal penting yang diperoleh guna menghindari kemungkinan atau menekan risiko stroke. Berhati-hatilah, beragam hormon termasuk pil dan terapi penggantian hormon HRT diduga dapat membuat darah menjadi kental dan cendrung mudah menggumpal (vivalife/wol/ags/data2)