Sekda Sosialisasikan Anti KKN Jajaran Pemko Medan

WOL Photo

MEDAN, WOL – Menghadapi era kompetisi yang semakin berat untuk memberhasilkan pembangunan kota, harus memiliki modal dasar guna membangun daya saing di dalam memajukan kota. Hal ini dikatakan Wali Kota Medan, diwakili Sekda Ir Syaiful Bahri saat sosialisasi anti KKN jajaran Pemko Medan, di halaman depan kantor Wali Kota Medan, Rabu (29/4).

“Kata kuncinya untuk membangun kota adalah, bagaimana meningkatkan efesiensi guna mendorong produktivitas yang lebih baik. Salah satu kunci untuk meningkatkan efesiensi adalah, anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” ujar Sekda.

Dipesankan, anti KKN adalah salah satu bagian paling pokok untuk meningkatkan efesiensi sekaligus produktivitas dalam pembangunan kota.

Tampak hadir, Asintel Kejati Sumut, Nanang Sigit SH, Kasipenkum Kajatisu Chandra P SH,  Kasi II Kajatisu, Nazar M SH, para staf Intel Kajatisu, para pimpinan SKPD, camat, lurah dan staf jajaran Pemko Medan.

Disebutkan, kepada segenap jajaran aparatur sipil negara agar selalu taat azas terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, tingkatkan integrasi diri agar berbagai godaan dari dalam maupun luar dapat dihindari sehingga tidak terperangkap di dalamnya.

Sosialisasi penguatan jaringan dimaksud untuk meperkuat kontrol sosial dengan basis kemasyarakatan. Oleh karena itu, semua harus menjadi teladan. Menjadi contoh yang baik, menjadi penggerak utama dalam pembangunan Kota Medan dengan dedikasi yang tinggi anti KKN.

“Mari menjadi contoh yang luas sebagai panutan di tengah-tengah masyarakat. Pesan saya, Medan adalah rumah kita, mari kita bangun dengan budaya anti KKN,“ ujar Syaiful Bahri.

Menurutnya, di dalam budaya kerja birokrasi harus memperkuat ruang partisipasi. Keterbukaan dan akuntabilitas publik sebagai wadah peran serta masyarakat dalam pembangunan kota, mekanisme ini akan memperkuat baik secara internal maupun eksternal, sehingga sistem pelayanan publik yang diselenggarakan ada mekanisme kontrol baik ke dalam maupun keluar. Untuk itulah diberikan apresiasi yang setingginya kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah mengambil inisiatif sekaligus menggagas sosialisasi anti KKN ini secara kretaif.

“Apel pagi ini saya anggap memiliki arti khusus, sekaligus makna yang luas sebab terkait dengan salah satu integritas yang harus kita miliki semua, khususnya oleh seluruh Aparatur Sipil Negara di jajaran pemerintah Kota Medan yaitu anti KKN, “ ungkapnya.

Asintel Kajati Sumut, Nanang Sigit, dalam sosialisasi singkatnya mengungkapkan, kehadiran mereka ini adalah untuk saling berbagi dan saling mengingatkan dimana akibat KKN banyak menggerus keuangan daerah. Sosialisasi ini hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa, KKN adalah sangat-sangat buruk bagi kelangsungan pemerintahan. Anti KKN ini harus dimulai dari diri sendiri. KKN ini awalnya adalah dari nafsu untuk itulah nafsu ini harus dapat di maneg agar dapat diatur dengan akal yang sehat.

“Apa yang disampaikan pak Sekda, agar tingkatkan ibadah. Surga itu tidak ada di dunia, tetapi surga itu adanya di akhirat. Jadi bila ada yang merasa surga itu ada di dunia, maka manusianya sudah dikendalikan oleh nafsu,“ pungkas Nanang. (wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN