Rajamin: Pemberontak Diampuni Tapi Pengkhianat Akan Dihabisi

MEDAN, WOL – Plt Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Rajamin Sirait menilai ancaman revitalisasi oleh pengurus DPD Golkar kubu Aburizal Bakrie sengaja disebarkan. Padahal, kondisi ini justru akan semakin memperburuk kisruhnya kondisi politik internal mereka.

“Kebanyakan sekarang begini, orangnya di sana tapi hatinya di sini. Orang-orang abu-abu seperti ini yang berbahaya. Kalau kami tegas, kalau dia jelas berpihak kepada ARB dan bertahan di situ, itu justru kita anggap pantas. Artinya Golkar akan lebih berwarna. Kalau abu-abu? ada pepatah mengatakan pemberontak diampuni tapi pengkhianat akan dihabisi,” katanya, Sabtu (18/4).

Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak akan mempersoalkan ancaman revitalisasi pengurus yang akan berimbas pada susunan Fraksi Golkar di DPRD Sumatera Utara tersebut.

“Sah-sah saja kalau mereka bikin revitalisasi, namun kebenaran itu tidak perlu dibela. Karena kita landasan ketetapan ‘legal standing’-nya. Kalau revitalisasi itu kan versi mereka. Kita kan pelaksana tugas juga akan rubah komposisi, bukan karena faktor suka atau tidak suka,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa masa kepengurusan DPD Golkar Sumut kubu Aburizal Bakrie sudah berakhir sejak 1 Januari 2015 lalu.

“Seharusnya sebelum habisnya masa kepengurusan tersebut secara otomatis sudah digelar Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumatera Utara untuk memilik kepengurusan baru. Sayangnya hal tersebut tidak terealisasi sehingga DPP mengeluarkan SK pelaksana tugas.”(wol/data1)

Penulis: CAESSARIA INDRA DIPUTRI
Editor: SASTROY BANGUN