Operasi Pembersihan Pedagang Jalan Sutomo Dibentuk

WOL Photo

MEDAN, WOL – Pemko Medan tingkatkan operasi penertiban dan pembersihan para pedagang di Jalan Sutomo dan sekitarnya dengan melakukan pemantapan pengamanan yang lebih tinggi lagi. Operasi pembersihan para pedagang di Jalan Sutomo dan sekitarnya, Kamis (30/4) di Balai Kota Medan, rapat dipimpin Asisten Pemerintahan Drs Musadad, dihadiri Kasatpol PP M Sofyan S Sos, Wakasat Intel Polresta, Kodimtabes 0201/BS, Ditur PD Pasar Benny Sihotang, dan instansi terkait lainnya.

Dikatakan, operasi pembersihan para pedagang dari Jalan Sutomo dan sekitarnya ditingkatkan agar agar semua pedagang berjualan di tempat yang sudah disediakan di Pasar Induk Medan Tuntungan. Selain melakukan penertiban di lokasi Jalan Sutomo dan sekitarnya, akan dilakukan operasi teritorial yakni gotong royong massal pada Minggu (3/5) yang melibatkan TNI, Polri dan Pemko Medan, dengan sasaran membersihkan jalan dan drainase dengan menurunkan alat berat dan cara manual.

“Pemerintah kota telah membuat peraturan dan draftnya telah dibuat tentang larangan masuk kenderaan pengangkut sayur mayur dan sejenisnya ke Jalan Sutomo dan sekitarnya. Selain itu merencanakan pemasangan portal, namun ini perlu dibahas lebih lanjut lagi. Say imbau kepada para pedagang yang masih mangkal di Jalan Sutomo dan sekitarnya agar mau pindah ke Pasar Induk dan di Pasar Induk masih ada lagi tempat,“ ujar Musadad.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Benny Sihotang SH mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap para pedagang Jalan Sutomo, Jalan Martinus Lubis, jalan Veteran, Jalan Sei Kera dan Terminal pada 2012 lalu. Pendataan ini sehubungan pemindahan ke Pasar Induk, jumlah pedagang tersebut sebanyak 1.799 pedagang terdiri dari grosir, sub grosir dan eceran.

Dikatakannya, kondisi saat ini di Pasar Induk menyiapkan 720 unit grosir, 432 sub grosir, 56 wisata buah dan 1 kantin. Selain itu swadaya para pedagang telah membangun sejumlah 142 grosir, dan 466 eceran untuk menampung para pedagang Jalan Sutomo dan sekitarnya yang jumlahnya bertambah. Dan di lokasi masih ada 3 kelompok pedagang yang bertahan tidak mau dipindahklan padahal mereka sudah memiliki kios di Pasar Induk.

Benny mengatakan, pihaknya jauh sebelumnya telah melakukan penyuluhan, pengumuman, melayangkan surat pengosongan lokasi  kepada para pedagang untuk segera pindah ke lokasi yang baru yakni Pasar Induk. Namun sampai  tiga kelompok yang bertahan tidak mau dipindahkan dengan alasan tidak ada tempat lagi dan dagangan mereka tidak laku pada hal mereka sudah memiilik kios di Pasar Induk.

“Dampak dari operasi pembersihan ini, Pasar Induk mulai ramai dan hidup. Kemaren telah masuk sejumlah 1000 lebih pedagang ke Pasar Induk dan beberapa pedagang dari pasar tradisional telah belanja di Pasar Induk. Saya imbau agar pedagang segera menempati kiosnya di Pasar Induk, apa bila ditunggu  selama sepuluh hari tidak di tempati, kios akan dialihkan kepada pedagang lain,“ tegas Benny.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN