_
Home / Aceh / Kajati: Perlu Gerakan Preventif Cegah Narkoba

Kajati: Perlu Gerakan Preventif Cegah Narkoba

BANDA ACEH, WOL – Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Tarmizi SH, MH mengemukakan perlu adanya gerakan preventif yang melibatkan seluruh eleman masyarakat untuk melakukan pencegahan dan menghentikan peredaran narkoba di daerah ini yang sekarang ini sangat memprihatinkan.

“Saya rasa tidak ada jalan lain untuk menghentikan peredaran narkoba di Aceh, kecuali dengan melakukan gerakan preventif yang melibatkan semua elemen masyarakat, khususnya pemuda,” katanya ketika memberi arahan pada acara penerangan hukum program pembinaan masyarakat taat hukum tentang penyalahgunaan narkoba di Banda Aceh, Rabu (15/4).

Pada acara yang diikuti 100 pemuda dari berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa itu terselengara atas kerjasama DPD KNPI Aceh dengan Kejati Aceh.

Kajati menyatakan, Aceh saat ini sudah darurat narkoba dan di tingkat nasional berada di urutan ke-8 terkait dengan peredaran barang-barang haram tersebut.

Disebutkan, selama tahun 2014, perkara narkoba merupakan kasus paling tinggi di Aceh yakni 1.081 kasus dari 4.000 kasus tindak pidana yang terjadi.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Dan kasus narkoba ini sudah merata di seluruh Aceh, karena hampir seluruh Kejari di Aceh melakukan konsultasi tuntutan pidana narkoba,” ujarnya.

Menurut dia, tingginya peredaran narkoba di Aceh, karena rasa kepedulian masyarakat sudah mulai pupus, tidak saling peduli apa yang menimpa pada generasi muda.

Oleh karena itu, lanjut Kajati, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat Aceh bersama-sama peduli untuk membasmi dan mencegah peredaran narkoba di daerah ini.

“Sebenarnya pelaku peredaran narkoba ini ada di sekitar kita. Ada di rumah, di hotel, di sekolah, bahkan di pesantren. Jadi, sangat dekat sekali,” katanya.

Pada bagian lain, Kajati Tarmizi juga menyampaikan pihaknya sudah bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh untuk melakukan penelitian apa faktor-faktor yang menyebabkan tingginya kasus narkoba di Aceh, apakah faktor keluarga, ekonomi, atau lingkungan.

Hasil penelitian ini nantinya akan diserahkan ke Pemerintah Aceh untuk pegangan apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah dan mengurangi peredaran narkoba di daerah ini.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Aceh Jamaluddin menyatakan, pemuda Aceh siap menjadi garda terdepan untuk menghentikan dan mencegah peredaran narkoba.

Ia juga prihatin dengan kondisi Aceh hari ini, dimana generasi muda Aceh sudah mulai terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba.

“Kalau hari, pemuda Aceh sudah menjadi korban narkoba, maka sepuluh tahun ke depan, Aceh akan dipimpin oleh orang-orang yang bermasalah dengan narkoba. Ini sangat berbahaya dengan kelangsungan hidup generasi Aceh ke depan,” ujarnya.

Oleh karena itu, melalui penyuluhan hukum ini diharapkan akan muncul duta-duta narkoba yang selalu memberikan penyuluhan kepada generasi muda Aceh tentang bahayanya narkoba, kata Jamaluddin. (wol/ant/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Banda Aceh Raih Penghargaan Bergengsi Dari BPKP Pusat

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Pada awal tahun 2020 ini, Pemerintah Kota Banda Aceh meraih dua ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.