_
Home / Medan / Belasan polisi aniaya wartawan di Medan
Ilustrasi

Belasan polisi aniaya wartawan di Medan

MEDAN, WOL – Kasus penganiayaan kembali dialami seorang wartawan harian terbitan Medan, Thamrin Samosir (26) kemarin malam. Korban dipukuli dan dihalangi bertugas oleh belasan anggota Sat Sabhara Polresta Medan.

Atas kejadian ini, korban lalu membuat laporan pengaduan ke Mapolresta Medan, hari ini. Thamrin menceritakan kejadian itu bermula saat dirinya bersama tiga temannya, datang ke areal PRSU di Jalan Gatot Subroto Medan, untuk melakukan peliputan acara.

“Awalnya kami memutari paviliun Kabupaten/Kota se Sumatera Utara yang ada di areal PRSU, tidak hanya melihat paviliun, kami juga mengunjungi beberapa stand,” kata korban.

Minggu malam itu, korban bermaksud menuju panggung utama, melihat aksi panggung salah satu bintang dari Jakarta. “Di tengah perjalanan menuju lokasi, saya melihat ada dua polisi (anggota Sabhara) yang menggiring seorang pemuda menuju pos Satpam,” katanya.

Melihat itu, insting jurnalis korban untuk mencari berita, muncul seketika. Dirinya pun mendatangi pos satpam. Bukan hanya korban, peristiwa itu juga membuat pengunjung mengerumuni pos Satpam PRSU.

Melihat warga ramai berkerumun petugas Sabhara Polresta Medan, mulai bersikap arogan. “Bubar, bubar, apa yang kalian lihat,” kata korban menirukan ucapan polisi.

Sejurus kemudian, petugas kepolisian lalu mendatangi korban dan mendorongnya agar meninggalkan lokasi. “Saya wartawan yang di sini pak,” ujar Thamrin.

Namun, penjelasan korban tidak diterima petugas dan malah balik menantang. “Kenapa rupanya kau wartawan,” kata oknum polisi sembari menarik baju korban hingga koyak. Menit selanjutnya, korban kemudian dipukuli beramai-ramai petugas Sabhara dan diinterogasi bak penjahat. Setelah lepas dari penyiksaan polisi, korban mencari keadilan dengan membuat laporan pengaduan di Mapolresta Medan yang tertuang dalam no LP/807/K/III/2015/SPKT Resta Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram mengatakan pihaknya akan memproses laporan tersebut. “Kalau terbukti kita tidak akan segan-segan menahan, jangan khawatir,” tegas Bram.

Anehnya, Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol Tris Zeviansyah saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, anggotanya tidak ada mengakui prihal kejadian penganiayaan ini. (data2/wol/lihavez)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapolres Madina Sebut Pers Berperan Jaga Kamtibmas

MADINA, Waspada.co.id – Kapolres Mandailing Natal, AKBP Irsan Sinuhaji, bersilaturahim dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.